Clinton Tallo

Dilantik, Clinton Tallo Resmi Pimpin Flobamora Papua Barat

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Badan Pengurus Ikatan Keluarga Flobamora – Nusa Tenggara Timur (NTT) Provinsi Papua Barat resmi dilantik oleh Gubernur Papua Barat Abraham O. Atururi, Jumat (25/9) di Gedung Auditorium PKK Papua Barat di Arfai.

Clinton Tallo dikukuhkan sebagai ketua umum organisasi yang menaungi seluruh warga NTT di Papua Barat itu untuk periode 2015/2020. Selama 5 tahun ke depan, Clinton akan dibantu oleh dua orang Wakil Ketua, yakni Romanus Pegan dan Fabianus Nambu.

Acara pelantikan dihadiri langsung Gubernur NTT Frans Lebu Raya yang datang dari Kupang bersama rombongan sebanyak 16 orang. Ikut hadir Wakil Gubernur Papua Barat Irene Manibuy dan Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumowa.

Beberapa tokoh asal NTT juga diundang hadir antara laincHerman Da Silva dan Wakapolda Papua Rudolf Rodja. Selain itu ada pula Bupati Manokwari Bastian Salabai dan mantan Dubes RI untuk Kolombia Michael Manufandu.

Acara ini juga disaksikan para ketua Flobamora tingkat kabupaten/kota se Provinsi Papua Barat serta ratusan warga NTT di Manokwari dan sekitarnya beserta para kepala suku dari suku-suku Nusantara di Manokwari.

Dalam pidatonya, Clinton menyatakan, pelantikan tersebut merupakan momentum bersejarah bagi keluarga besar NTT di Papua Barat. Sebab, hal itu sekaligus menandai terbentuknya organisasi yang menjadi wadah berhimpun orang NTT di Provinsi Papua Barat.

“Ini merupakan pertama kalinya Ikatan Keluarga Flobamora terbentuk sejak adanya Provinsi Papua Barat. Ini harus menjadi momentum kebangkitan orang NTT di Papua Barat, “ tandas Clinton.

Hadirnya Flobamora diharapkan bisa menjadi sarana pemersatu warga NTT yang selama ini masih terkotak-kotak dalam organisasi daerah sesuai suku/etnis masing-masing. Lewat wadah ini, orang NTT di Papua Barat yang mencapai sekitar 40 ribu orang diharapkan mampu memberi kontribusi yang besar bagi pembangunan di tanah Papua.

“Papua dan NTT bagian dari rumpun Melanesia. Karena itu persaudaraan itu harus terus kita rajut untuk bisa membangun Papua, NTT dan Indonesia, “ ucap Lebu Raya dalam sambutannya.

Pengurus yang baru dilantik diharapkan mampu mengikis fanatisme kesukuan yang masih kental diantara warga NTT sendiri. Dengan begitu organisasi Flobamora bisa menjadi lokomotif yang mampu menggerakkan semua potensi yang dimiliki orang NTT di Papua Barat.

“Perbedaan yang ada itu harus disatukan menjadi potensi untuk membangun tanah Papua ini dan juga di NTT, “ pesan Bram Atururi.

Rangkaian acara pelantikan berlangsung cukup meriah karena diwarnai dengan suguhan tarian khas ‘Orang Timur’ mulai dari sejak penjemputan rombongan Gubernur NTT di Bandara. Ada pula atraksi musik Sasando, alat musik etnik khas NTT serta penampilan tarian adat Papua. | ZACK TONU BALA