Palang Merah Indonesia (PMI) Foto: Ist

Dilantik, Ini Rencana Kemanusiaan PMI Papua Barat

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com- Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Papua Barat, Kabupaten Manokwari dan Kota Sorong, resmi dikukuhkahn, Jumat (5/12/2014).

Pelantikan yang dilaksanakan Auditorium Hotel Aston Niu itu dihadiri Sekjen PMI Pusat, Budi A. Adiputro, yang sekaligus melantik pengurus PMI Papua Barat yang diketuai Wakil Gubernur Papua Barat, H Rahimin Katjong.

Sementara PMI Kabupaten Manokwari yang diketuai Wakil Bupati Robert Hammar dan Wakil Walikota Sorong Pahima Iskandar ini dilakukan oleh Ketua PMI Papua Barat, Rahimin Katjong.

Sejumlah pejabat Pemprov Papua Barat masuk dalam pengurus PMI Papua Barat, seperti Sekda Papua Barat Nataniel Mandacan dan Asisten I Musa Kamudi. Juga terdapat sejumlah pengusaha yang ada di Manokwari. Pelantikan ini juga dihadiri staf ahli menteri kesehatan Bambang Sumarjo.

Ketua PMI Papua Barat diwakili Musa Kamudi mengatakan, setelah pelantikan dilakukan, segera jalankan kegiatan kemanusiaan.

“Amanah jabatan harus dilaksanakan dengan iklas, karena PMI adalah organisasi kemanusiaan sebagai amal, bukan mencari keuntungan. PMI harus melakukan pembenahan diri ke arah yang lebih baik,” katanya.

Ditegaskan, tugas PMI bukan hanya sekedar aksi donor darah tapi juga melaksanakan tugas kemanusiaan, seperti penanganan korban bencana dan daerah konflik.

Gubernur Papua Barat yang diwakilkan Sekda Papua Barat, Nataniel Mandacan mengatakan, PMI Papua Barat diharapkan mampu bekerja sungguh- sungguh dengan penuh tanggungjawab untuk membangun dan menata kehidupan masyarakat di Tanah Papua.

Sekjen PMI Budi A. Adiputro mengatakan PMI harus mewujudkan karya nyata di Papua Barat, karena PMI adalah himpunan organisasi nasional yang sudah diakui dunia.

Di daerah PMI diharapkan mampu melengkapi tugas pemerintahan, karena belum tentu pemerintah juga mampu menjaring seluruh aspek kehidupan, sehingga PMI hadir untuk membantu melengkapi kekurangan pemerintah, seperti bantuan donor darah yang masih kurang tersedia, karena diakui PMI adalah pemasok darah terbesar skala nasional dan hampir 90% donor darah adalah dari PMI.

Meskpun diakui selama ini PMI hanya mengandalkan dana hibah dari pwmerintah, sehingga diharapkan pemerintah jangan hanya berharap dana hibah, tetapi dapat dapat melakukan pembiayaan secara mandiri.| DINA RIANTI

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan