Sekretaris Dinas Kesehatan Kaimana didampingi pejabat Kabid pada pembentukan Tim Reaksi Cepat Dinkes Kaimana. | CAHAYAPAPUA.com | Isabela Wisang

Dinas Kesehatan Kaimana Bentuk Tim Reaksi Cepat

KAIMANA,CAHAYAPAPUA.com—– Bertempat di Balai Pertemuan GPI Rehobot, Selasa (3/2/2015), Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana menggelar sosialisasi sekaligus pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) penanggulangan wabah dan bencana.

Tim ini kedepan akan bekerja memberikan pelayanan kesehatan, baik pada tahap pra bencana maupun pada situasi terdapat potensi bencana atau Kejadian Luar Biasa (KLB) lainnya.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung 3-5 Februari 2015 dan melibatkan puluhan peserta perwakilan Dinas Kesehatan, perwakilan Puskesmas, RSUD dan stakeholder penanganan bencana PMI, Basarnas, Dinas Sosial, Bappeda, Kelurahan, Distrik dan lainnya ini, dibuka Sekretaris Dinas Kesehatan, dr. Joulanda Mentang, MM.

Terkait kegiatan, Ketua Panitia Pelaksana Drg.A.M.H Tri Ratnawati, MPH mengatakan, tujuan pembentukan TRC adalah untuk melaksanakan tindakan penanggulangan, baik dalam situasi tidak terjadi bencana maupun kegiatan pada situasi terdapat potensi bencana. Pada situasi tidak terjadi bencana, salah satu kegiatannya adalah perencanaan penanggulangan bencana, sebagaimana yang diatur dalam pasal 5 PP 21 Tahun 2008. Sedangkan pada situasi terdapat potensi bencana, kegiatannya meliputi kesiapsiagaan, peringatan dini dan mitigasi bencana.

Dijelaskan, penanggulangan bencana, menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah bersama-sama dengan masyarakat luas. Bentuk tanggungjawabnya antara lain; terpenuhinya kebutuhan masyarakat yang diakibatkan oleh bencana, sebagai salah satu wujud perlindungan Negara kepada warga Negara. Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang penanggulangan bencana lanjut Dokter Ratna menyebutkan bahwa, penanggulangan bencana dilaksanakan secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan menyeluruh, dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman, resiko dan dampak bencana.

Lebih jauh Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kaimana ini mengatakan, pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam undang-undang adalah meliputi; pelayanan kesehatan pada tanggap darurat dan pasca bencana, yang bertujuan menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan lebih lanjut. Untuk itu, perlu adanya koordinasi lintas program serta lintas sektor.

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Dokter Joulanda dalam sambutannya mengatakan, kejadian bencana biasanya menimbulkan jatuhnya korban manusia, maupun kerugian harta benda. Adanya korban manusia dapat menimbulkan krisis kesehatan pada masyarakat yang terkena bencana, termasuk yang berada di sekitar daerah bencana. Permasalahan yang sering terjadi di lapangan lanjut Dokter Joulanda adalah, kurangnya koordinasi serta keterlambatan respon tanggap darurat dalam pemenuhan sumber daya dalam penanggulangan krisis kesehatan.

Oleh karena itu, dalam rangka pengurangan dampak resiko bencana perlu adanya peningkatan kapasitas TRC. Keberhasilan penanggulangan bencana lanjut dokter, ditentukan oleh kesiapan masing-masing unit kesehatan yang terlibat, manajemen penanggulangan bencana serta kegiatan pokok, seperti penanganan korban massal, pelayanan kesehatan dasar di pengungsian, penanggulangan dan pengendalian penyakit, penyediaan air bersih dan sanitasi, penanganan gizi darurat, penanganan kesehatan jiwa serta pengelolaan logistik dan perbekalan kesehatan.

“Saya berharap melalui pembentukan TRC dan sosialisasi ini, kecepatan dalam merespon kejadian bencana dapat ditingkatkan,” ucap Dokter seraya membuka kegiatan sosialisasi dan pembentukan TRC. |ISABELA WISANG

Tinggalkan Balasan