Lokasi depan SPBU Jalan Esau Sesa Manokwari, yang sering tergenang air tiap hujan deras.

Dinas Kesehatan Papua Barat Siaga Penyakit Pancaroba

MANOKWARI- Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat sedang siaga menghadapi sejumlah penyakit yang biasa meningkat pada masa pancaroba atau peralihan musim.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Otto Parorongan di Manokwari, Minggu, mengatakan, sejumlah penyakit yang biasa meningkat di Papua Baray pada masa pancaroba antara lain, malaria dan infeksi saluran pernafasan (ispa).

“Tahun lalu, kasus demam berdarah pun terjadi di Kaimana. Sekitar pertengahan Januari lalu, empat kasus terjadi di Manokwari,” kata Otto.

Ia bersyukur tidak ada peningkatan dan empat kasus DBD di Manokwari tersebut sudah ditangani dan saat ini sudah sembuh.

Meskipun demikian, warga diminta waspada dengan menerapkan pola hidup bersih dirumah dan lingkungan masing-masing, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan kerja.

Beberapa waktu lalu, lanjutnya, pihaknya memperoleh laporan dari warga terkait kasus diare yang diderita serentak oleh beberapa warga di kompleks Borobudur Manokwari. Satu dari penghidap penyakit tersebut dikabarkan meninggal dunia.

Menerima laporan tersebut, ia pun segera mengutus tim untuk meninjau lokasi. Setelah dipastikan, rupanya bukan wabah diare.

“Waktu itu kita utus tim dan ternyata bukan kasus diare mungkin karena penyakit yang lain,” katanya menambahkan.

Meskipun demikian, ia mengimbau warga tetap mengantisipasi agar bakteri penyebab diare tidak mewabah. Warga diminta membudayakan hidup bersih dan mengkonsumsi air masak. bakteri penyebab diare lebih banyak hidup di air.

” Untuk para orang tua tolong awasi makanan yang dikonsumsi anak-anak. Karena bakteri diare juga biasa masuk lewat makanan, sekarang masih musim hujan sehingga lalat banyak,” ujarnya lagi.

Dia menambahkan, tim Kebas Malaria saat ini terus gencar sosialisasikan program keluarga bebas malaria di beberapa daerah Papua Barat. Kehadiran Tim Nusantara Sehat yang diutus Kemenkes tahun lalu cukup membantu sosialisasi program tersebut. (IBN)

 

Tinggalkan Balasan