Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Barat, Stepanus Selang. |CAHAYAPAPUA.com |Rizaldi Tarafanur

Dinas Koperasi dan UMKM PB Lunasi Temuan BPK

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com 3 hari setelah Inspektorat Papua Barat mengumumkan daftar temuan BPK terhadap sejumlah SKPD di Pemprov Papua Barat, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Barat langsung bergerak.

Dalam temuan BPK yang dibacakan Kepala Inspektorat Papua Barat Sugestiono, Senin (5/1/2015) lalu, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Barat disebut kurang volume pekerjaan sebesar Rp. 65.323.958,26 yang dikerjakan PT. Kembar Maha Karya.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua Stepanus Selang, kekurangan volume pembayaran yang dimaksud adalah pada pengerjaan pagar balai Latihan Koperasi di belakang kantor bupati Manokwari baru Sowi Gunung.

“Untuk itu kami telah melunasi kekurangan volume pengerjaan Pagar Balai Latihan Koperasi tersebut,” kata Stepanus Selang di ruang kerjanya kepada Cahaya Papua, Selasa (13/1/2014).

Stepanus menjelaskan setelah dilakukan pemerikasaan oleh BPK RI Perwakilan Papua Barat pada 18 November 2014, terdapat temuan kekurangan volume pekerjaan. Saat itu pihaknya langsung meminta PT. Kembar Maha Karya, sebagai kontraktor rekanan untuk segera menyelesaikan temuan tersebut.

“Namun hingga bulan Januari 2014 tidak ditindak lanjuti, sehingga kami langsung menyelesaikan sendiri dengan menyetorkan kekurangan volume kegiatan di rekening Kas Negara per tanggal 8 Januari 2014,” tutup Stepanus.

Sebelumnya dalam apel pagi PNS dilingkungan Pemprov Papua Barat, Senin (5/1/2015), Kepala Inspektorat Papua Barat H Sugestiono membacakan temuan BPK terhadap sejumlah SKPD pada tahun anggaran 2012, 2013 dan 2014. Temuan ini diumumkan berdasar permintaan Sekda Papua Barat Nataniel Mandacan.

Pada 2014, terdapat temuan pada 7 SKPD yang mencapai total Rp. 3,8 miliar lebih, 2013 Rp.5 miliar lebih, sementara tahun 2012 mencapai Rp. 5 miliar lebih

Temuan ini beragam, seperti denda keterlambatan membayar biaya proyek, kelebihan membayar, kemahalan harga, pekerjaan yang kurang volume dan pembayaran lebih dulu kepada rekanan hingga pekerjaan fiktif. | RIZALDI TARAFANUR |DINA RIANTI

Tinggalkan Balasan