Pemukiman Borobudur Manokwari. (Doc. Cahaya Papua)

Dinilai Kumuh, Pemkab Manokwari akan Kosongkan Borobudur

MANOKWARI, Cahayapapua.com—- Sudah jatuh, malah tertimpa tangga. Tampaknya hal itulah yang kini dialami ratusan jiwa warga pemukiman nelayan Borobudur yang tak lagi memiliki rumah setelah peristiwa kebakaran menghanguskan rumah mereka dua bulan lalu.

Disebut ‘tertimpa tangga’ sebab kini pemerintah melarang mereka membangun rumah di lokasi semula. Dalam perspektif pemerintah, bangunan baru berpotensi membuat kawasan Borobudur tambah kumuh.

Bupati Kabupaten Manokwari, Demas Paulus Mandacan, Jumat (12/8) membenarkan adanya larangan itu. Dalam pandangannya,  larangan itu tak dimaksud untuk bersikap diskriminatif. Sebaliknya kebijakan itu demi kebaikan warga.

“Kita hendak mencegah terjadinya penumpukan pemukiman kumuh di kawasan tersebut,” kata Demas kepada Cahaya Papua.

Bupati juga menegaskan bahwa jika larangan itu tak digubris oleh warga, Pemkab tidak akan memberikan bantuan lagi kepada warga yang terkena musibah kebakaran.

“Pokoknya kalau sampai ada satu rumah yang berdiri di situ (lokasi kebakaran,red), berarti pemerintah lepas tangan. Jadi harus pindah dari daerah itu,”tukas bupati.

Demas mengatakan, Pemkab akan menyiapkan satu kawasan baru yang lebih layak dijadikan sebagai lokasi pemukiman. Itu sebabnya, lokasi kebakaran nantinya akan dikosongkan.

“Saya tidak mau lokasi lama itu dibangun lagi. Sudah masuk dalam kategori daerah kumuh sehingga perlu dikosongkan dan ditata kembali,” nilai Demas.(ACS/CHE)

 

Tinggalkan Balasan