Peningkatan Kapasitas Kader Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kabupaten Manokwari Selatan, Jumat 6 November 2015

Dinkes Ajarkan Cara Deteksi dan Penanganan Dini Penyakit Tidak Menular

MANSEL, CAHAYAPAPUA.com– Puluhan petugas Puskesmas dan kader Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Distrik Oransbari, belajar mendeteksi dan penangan dini penyakit tidak menular (PTM) yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari Selatan di balai Kampung Sindang Jaya Distrik Oransbari, Jumat (6/11/2015).

Penanggung Jawab Penanganan Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Ratnasari I Nursari, mengatakan, penyakit tidak menular perlu dideteksi sejak dini agar segera diatasi.

Sebab, penyakit ini tidak akan dirasakan oleh pengidapnya, jika penyakit tersebut belum parah.” Misalnya penyakit struk, jantung, hipertensi, kanker dan beberapa jenis penyakit lainya, “kata dia

Pemerintah pusat melalui program pembinaan terpadu mengajak masyarakat untuk bersama pemerintah mengurangi angka penderita penyakit ini, melalui deteksi dini dilingkungan terkecil yaitu ditingkat desa atau kampung.

“Kami berharap, kedepan, ada relawan dari lingkungan masyarakat yang bisa mendukung program ini, minimal utuk satu kampung bisa dibentuk dua Posbindu,” kata Ratnasari.

Staf Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Provinsi ini menjelaskan, sebagai tahap awal, pembentukan Posbindu dimulai dari Distrik Oransbari. Di Distrik ini, Posbindu telah terbentuk di lima kampung, masing-masing sebagai Posbindu dasar dan Posbindu utama yang berada di Puskesmas.

Selain melakukan melakukan tensi darah, peserta siang itu belajar mengukur tinggi dan berat badan serta mengukur lebar perut. Pemerintah pusat pun telah menyiapkan alat ukur di setiap pos.

Untuk itu, selain dilatih yang menggunakan alat, para kader pun diberi pemahaman untuk mendeteksi penyakit ini secara manual, seperti untuk mengetahui gejala kanker payudara.

“Semua tahapan ini merupakan langkah-langkah untuk mengetahui gejala penyakit, yang dibarengi dengan wawancara,” kata dia menambahkan.

Kepala Bidang P2M Dinas Kesehatan Manokwari Selatan, Yance Ainusi, mengatakan, pihaknya siap mendukung program ini. Menurutnya, secara umum masyarakat masih awam terhadap gejala penyakit. Masyarakat akan berobat setelah penyakit mereka parah.

” Selama ini masyarakat sering kaget, ada orang yang dikira sehat, begitu sakit satu kali langsung meninggal. Deteksi penyakit dini sangat penting bagi seluruh masyarakat,” sebutnya.

Kepala Puskesmas Oransbari Giman menambahkan, sejauh ini jenis penyakit ini sering dijumpai di Oransbari. Sesuai data di Puskkesmas penyakit tersebut belum ada parah.

“Mungkin juga ada tapi belum sempat berobat, dengan adanya tim relawan ini diharapkan bisa menyisir semua warga untuk memastikan kondisi kesehatan mereka,” infonya. |SOETANTO | EDITOR : TOYIBAN