korban Pil PCC (Foto:Merdeka.com)

Dinkes Papua Barat: Petugas apotek harus taat soal PCC

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Dinas Kesehatan Papua Barat akan mengawasan terpadu terhadap peredaran pil PCC di seluruh apotek untuk mencegah penyalahgunaan obat tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Otto Parorongan di Manokwari, Senin, mengatakan, penjualan obat keras berdosis tinggi harus dijual jika disertai resep dokter.

“Itu sudah prosedur tetap kesehatan, petugas apotek harus taat jika tidak bisa dikenakan sanksi,” kata Otto.

Dia mengutarakan, sejuah ini belum ada laporan tentang peredaran bebas PCC maupun kasus penyalahgunaan obat tersebut di Papua Barat. Ia berharap kasus ini tidak pernah terjadi di Papua Barat.

Ia mengimbau, seluruh apotek taat menerapkan prosedur penjualan obat. Apotek pun diminta turun memberi informasi yang baik kepada masyarakat, terutama tentang dampak buruk jika mengkonsumsi obat secara berlebihan.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan sejumlah terkait. Pengawasan secara terpadu akan kami lakukan,” kata dia lagi.

Otto pun mengajak masyarakat turut  mengawasi anak-anaknya, agar tidak menjadi korban penyalahgunaan obat. Peran keluarga dinilai penting untuk meminimalisir kasus penyalahgunaan obat.

“Setiap obat harus dikonsumsi sesuai dosis. Dosis berlebihan bisa berdampak fatal bahkan hingga kematian,” sebutnya lagi. (ibn)

Tinggalkan Balasan