Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Hendrik Sembiring.

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk  belum ditemukan di Kabupaten Manokwari. “Sampai sejauh ini belum ada laporan yang masuk ada gizi buruk di Manokwari,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manokwari, Henri Sembiring kepada wartawan di Lapangan Borasi, Jumat lalu.

Salah satu sebab penyakit gizi buruk, jelas Sembiring, dikarenakan penderita tidak melaksanakan pemeriksaan kesehatan yang rutin atau kurang teratur di  pos pelayanan kesehatan terpadu (Posyandu).

“Gizi buruk mungkin dikarenakan kurang rajin ke Posyandu. Kita di sini (Manokwari,red.) sudah lumayan, sebab Posyandu tersebar hampir merata di semua distrik,” ucapnya.

Ia menyebutkan  jumlah Posyandu yang terdapat di Kabupaten Manokwari kurang lebih sebanyak 130 Posyandu.“Yang paling banyak ditangani Puskemas Sanggeng karena jumlah kepadatan penduduk,” terangnya.

Untuk mencegah terjadinya gizi buruk, lanjut Sembiring, Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) telah  memprogramkan pembagian asupan tambahan kepada balita dan ibu hamil berupa susu, kacang hijau, dan asupan lainnya yang dibagikan melalui Posyandu.

“Posyandu sangat penting untuk mengetahui pertumbuhan balita dan ibu hamil. Karena kalau hanya gizi kurang, langsung diintervensi dan dintidaklanjuti agar tidak terjadi gizi buruk,” imbuhnya sembari mengajak ibu hamil dan orang tua yang memiliki balita rutin mendatangi Posyandu. (cr-79)

Leave a Reply