Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Hendrik Sembiring.

Dinkes sebut RS Pratama Warmare sudah beroperasi maksimal

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pasca diresmikan oleh Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan, Juli lalu, Rumah Sakit (RS) Pratama yang berlokasi di distrik Warmare, diharap bisa melayani masyarakat dengan maksimal.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Hendri Simbiring mengatakan, rumah sakit yang diperuntukan melayani Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) dan Pegunungan Arfak (Pegaf) ini, telah beroperasi tidak lama setelah diresmikan.

“RS Pratama sudah melayani masyarakat tidak lama setelah peresmian. Tentu kita harap bisa maksimal melayani masyarakat dari dua kabupaten (Mansel dan Pegaf) ini,” ujar Simbiring kepada Cahaya Papua, Senin (18/9).

RS yang dipimpin dr. Albert S Kapitarauw sebagai direktur tersebut, memilki 4 orang dokter dan 25 orang tenaga medis, terdiri dari perawat dan bidan, “Dokter yang ditempatkan, kami ambil dari Puskesmas Warmare, Prafi, sekitar 4 orang dan tenaga medis 25 orang,” tuturnya.

Simbiring menjelaskan lebih jauh, fasilitas seperti perlengkapan dan peralatan serta pembiayaan program untuk memaksimalkan pengoperasiannya, akan diusulkan kepada pemerintah daerah dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (ABPD) Perubahan 2017.

Dia menerangkan, RS Pratama merupakan program Kementerian Kesehatan RI, yang dipersiapkan ketika adanya pergeseran kabupaten Manokwari di dataran Prafi.

Selain itu RS tersebut, juga merupakan salah satu program peningkatan akses pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu di wilayah sekitar.

“RS ini dapat memberikan pelayanan gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, pelayanan operasi, laboratorium dan farmasi serta layanan pendukung lainya. Tapi untuk proses persalinan (Operasi sesar), belum bisa dilakukan, harus dirujuk. Sedangkan untuk penyunatan, sudah bisa dilakukan,” tutur dia.

Untuk diketahui, RS ini merupakan satu diantara 22 bangunan RS yang menjadi program pemerintah pusat, yang diperuntukan bagi wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar tahun 2015 lalu. (cr-80)

 

Tinggalkan Balasan