Tahanan politik di Lapas Manokwari yang menolak merayakan HUT RI ke 71.

Dipenjara, Aktivis Papua Tolak Ikut Upacara Bendera

MANOKWARI, Cahayapapua.com—-   Narapidana politik yang dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Manokwari memilih tidak mengikuti upacara bendera yang dipimpin oleh Gubernur Papua Barat, Abraham Oktavianus Atururi. 

Alexander Nekenem, Aktivis Komite Nasional Papua Barat yang ditahan di Lapas ini mengaku tidak ikut karena tidak terkesan dengan perayaan hari kemerdekaan RI. “Bagi kami, tidak memiliki makna apa-apa,” ujarnya kepada Cahaya Papua yang menemuinya di Lapas tersebut, Rabu (17/8).

Aktivis Papua yang yang sudah menjalani masa tahanan selama 1 setengah tahun ini juga mengatakan selain dirinya, ada 3 aktivis pro kemerdekaan Papua lainnya yang menolak ikut upacara.

Secara terpisah, aktivis Papua dari kelompok Negara Republik Federal Papua Barat atau NRFPB—salah satu kelompok masyarakat sipil Papua yang juga sering mengampanyekan kemerdekaan dan referendum—mengaku tetap menghormati perayaan HUT RI ke-71

“Kami hidup dengan bangsa Indonesia dalam usia yang sudah mencapai 71 tahun. Banyak hal yang di lakukan di atas negeri ini,” tuturnya sembari meminta agar pemerintah tetap menghormati masyarakat Papua, termasuk keyakinan bahwa Perjanjian New York ilegal karena tidak melibatkan orang Papua. (MAR/CHE)

Tinggalkan Balasan