ilustrasi_Dugaan Korupsi

Diperiksa 10 Jam, Mantan Ketua Harian KONI PB Dicecar Ratusan Pertanyaan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Setelah ditetapkan sebagai tersangka, mantan Ketua Harian KONI Papua Barat AR akhirnya memenuhi panggilan penyidik Polda Papua Barat, Senin (9/11/2015), untuk dilakukan pemeriksaan perdananya di Mapolda Papua Barat.

AR ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana pembangunan kantor KONI Papua Barat tahun anggaran 2012-2013, yang merugikan Negara hingga kurang lebih Rp 27 miliar dari total pembangunan kantor KONI senilai Rp 43 miliar.

Sesuai pantauan Cahaya Papua, AR datang didampingi kuasa hukumnya. Ia terlihat hadir sekitar pukul 10.00 WIT di Mapolda Papua Barat. Pemeriksaan yang dilakukan terhadap AR dilakukan kurang lebih 10 jam.

Kapolda Papua Barat melalui Direktur Kriminal Khusus Polda Papua Barat, Kombes Pol, Parlindungan Silitonga kepada wartawan mengatakan, pemeriksaan terhadap AR masih seputar materi perbuatan (korupsi) yang dilakukan oleh yang bersangkutan yang berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 27 tentang tindak Pidana Korupsi.

Disinggung soal akan adanya penahanan terhadap yang bersangkutan, Dirkrimsus mengatakan, saat ini hal tersebut masih bergantung pada hasil pemeriksaan penyidik kepada yang bersangkutan.

Selain itu, kasus tersebut juga akan dikembangkan lebih lanjut, pasalnya terdapat dugaan yang bersangkutan juga terindikasi dalam Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Itu masih dalam pengembangan karena berkaitan dengan kerugian Negara, sehingga aset-aset tersebut kita upayakan agar Negara tidak rugi. Kalau uang itu tidak bisa dipertanggungjawabkan dan kemana-mana berarti namanya TPPU atau pencucian uang, karena itu dia memanipulasi uang yang gak benar jadi benar,” jelasnya.

Ditanya soal penyitaan aset-aset milik AR, Dirkrimsus mengatakan akan banyak asset yang akan disita, namun hal tersebut baru bisa lakukan jika pemeriksaan terhadap AR telah tuntas dilakukan.

Dalam pemeriksaan tersebut AR dipastikan dicecar ratusan pertanyaan. Dirinya juga menambahkan, untuk kasus-kasus yang menimbulkan kerugian Negara seperti korupsi akan menjadi perhatian penuh pihak kepolisian, mengingat saat ini terdapat Satgas Korupsi yang dibentuk oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia.

Sebelumnya, pengusaha kondang di Kabupaten Manokwari ini ditetapkan sebagai tersangka setelah dalam pemeriksaan sebanyak 14 saksi semua keterangan yang diberikan menjurus kepada AR. Ditambah empat alat bukti yang menguatkan AR ditetapkan sebagai tersangka. |ADITH SETYAWAN|BUSTAM

Tinggalkan Balasan