Direktur Utama PT Bahtera Kasih Resmi Ditahan Kejaksaan

SORONG, Cahayapapua.com— Kejaksaan Negeri Sorong resmi menerima berkas dan tersangka kasus dugaan korupsi proyek fiktif pembangunan jembatan penghubung antara pulau Rutum dan Pulau Reni di Distrik Kepulauan Ayau Raja Ampat dari penyidik kejaksaan, Senin (10/10/16).

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Sorong Benoni A Kombado membenarkan hal tersebut. Benoni menyebutkan jika pihaknya telah menerima berkas dan tersangka berinisial CR yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama PT Bahtera Kasih Nusantara.

“Iya, hari ini kita telah menerima berkas dan tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan penyeberangan Pulau Rutum dan Reni Distrik Ayau Kabupaten Raja Ampat,” kata Benoni ruang kerjanya kemarin.

Menurutnya, dalam kasus ini, ada empat orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, tiga diantaranya yaitu, OB yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komiten (PPK), JPR sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan JLW yang menjabat sebagai kepala Badan Perbatasan Derah (BPD) Kabupaten Raja Ampat.

Akan tetapi tiga tersangka lainnya belum dilimpahkan ke kejaksaan lantaran penahanan tiga tersangka tersebut berbeda dengan CR. “Kita lebih dulu menahan CR, karena tiga orang tersangka penahanannya berbeda. Jadi kita dahulukan CR, tiga tersangka lainnya akan dilimpahkan tiga hari setelah CR dilimpahkan,” ujar Benoni.

Sementara itu, kuasa hukum CR, Abdul Azis mengatakan bahwa pihaknya menghargai proses hukum yang dijalankan kliennya (CR). Azis berharap agar kasus ini secepatnya dilimpahkan ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Manokwari.

“Kita berharap kalau bisa kasusnya secepatnya dilimpahkan ke pengadilan sehingga klien kami bisa mendapatkn kepastian hukum,” ujar Azis.

Sebagaimana diketahui, kasus ini mulai mencuat ke publik pada tahun 2014 setelah penyidik Tipikor Kejaksaan Negeri Sorong mendapat laporan warga tentang pembangunan jembatan penghubung, dengan aliran dana senilai RP 4,4 Miliar. Akan tetapi tak satupun jembatan tersebut dibangun oleh para tersangka. (NSR)

Tinggalkan Balasan