Tarian adat ditampilkan dalam peresmian kantor gubernur Papua Barat di bukti Arfai II Manokwari, Senin, 19 Oktober 2015. Kantor Gubernur Papua Barat diresmikan Menteri Dalam Negeri Djahjo Kumolo.

Diresmikan, Kantor Gubernur Papua Barat Telan Anggaran Rp. 445 Miliar

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Kantor Gubernur Papua Barat berlantai 5 yang terletak di bukit Arfai II, Manokwari, akhirnya diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Djahjo Kumolo, Senin, 19 Oktober 2015. Kantor dengan luas 26.663 meter persegi tersebut dibangun menggunakan anggaran tahun jamak selama 12 tahun yang mencapai hampir setengah triliun atau 445 miliar rupiah.

Peresmian kantor ini dihadiri hampir seluruh bupati – wali kota di provinsi Papua Barat, termasuk tamu undangan dari provinsi yang berada di Indonesia Timur. Kantor ini diklaim merupakan yang terbesar di tanah Papua yang berada diatas lahan seluas 151 ribu meter persegi.

Kantor yang memiliki landasan helikopter atau helipad di lantai teratas ini diresmikan melalui penandatanganan prasasti oleh menteri Djahjo dilanjutkan dengan membunyikan sirine oleh gubernur Abraham Atururi kemudian pemotongan pita oleh Erni Kuntari Tjahjo Kumolo didampingi Djulieta DX Atururi.

Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Papua Barat Musa Kamudi mengatakan, total area yang dipakai untuk membangun perkantoran gubernur seluas 40 hektar, itu termasuk dengan kantor-kantor SKPD.

Peletakan batu pertama dilakukan pada masa pemerintahan Megawati Soerkarno Putri oleh Mendagri Hari Subarno tahun 2003. Sementara pencanangan tiang utama pada 2006. Jika dihitung dari tahun 2006, Kamudi mengatakan, pembangunan dilakukan dalam 9 tahun.

Anggaran pembangunan menurut Kamudi dialokasikan dalam delapan tahap dengan jumlah keseluruhan Rp. 455 miliar lebih. Proyek ini diborong PT Pancaduta Abadi dengan konsultan perencana PT Mitar Mandiri.

Bentuk gedung ini seperti bintang laut, dengan 6 ruas sayap. Ini adalah ide gubernur Abraham. Menurut Kamudi, maksud 6 sayap itu melambangkan nila—nilai agama, sejarah dan budaya. Tiap sudutnya juga dilambangkan sebagai kekuatan yang sama kuat. Sementara gubernur Abraham mengatakan arsitektur gedung ini mencerminkan keagungan Tuhan.

Gedung ini akan dihuni 420 honorer dan 150 pegawai berstatus PNS. Seluruh pegawai honorer di lingkungan pemerintah Papua Barat mencapai 1283 orang, sementara PNS sebanyak 2206 orang. Pegawai lainnya akan menempati kantor-kantor SKPD di sekitar kantor gubernur.

Abraham mengatakan, kantor gubernur melambangkan eksistensi Papua Barat, yang harus diimplementasikan melalui kerja-kerja nyata. Ia menekankan agar para pegawai meningkatkan etos kerja dan meningatkan kedisiplinan setelah menempati kantor ini. “Kita jadikan gedung ini sebagai fasilitas publik yang memadai dengan istilah duduklah disitu dan jadilah pandai disitu,” katanya.

Mendagri menekankan agar berdirinya kantor ini mampu mendorong semangat pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Pemerintah juga wajib meningatkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, taat hukum serta mampu melayani masyarakat dengan baik.

Acara peresmian kantor Gubernur juga diwarnai dengan pencanangan provinsi konservasi, termasuk mengenalkan spesies ikan baru yang diberi nama Trimma atururi serta atraksi terjun payung.

Usai meresmikan kantor gubernur, mendagri menyempatkan diri berkeliling kantor bertingkat enam ini dengan melihat sejumlah ruangan dari lobi hingga ke bagian halypad sebelum meninggalkan Manokwari. |DINA RIANTI