Kondisi kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Manokwari yang dipalang. | CAHAYAPAPUA.com | Adith Setyawan

Disdikpora Manokwari Ancam Proses Hukum Oknum Guru Perusak Kantor

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)  Manokwari Barnabas Dowansiba. |CAHAYAPAPUA.com | Zack Tonu Bala

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Manokwari Barnabas Dowansiba. |CAHAYAPAPUA.com | Zack Tonu Bala

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com–– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Manokwari memberi tenggat waktu satu minggu bagi para kepala sekolah untuk mencari jalan keluar penyelesaian atas pengrusakan kantor Disdikpora yang terjadi pada 24 Desember 2014 lalu.

Pengrusakan itu diduga kuat dilakukan oleh sejumlah oknum guru akibat belum dibayarkannya dana sertifikasi guru tahun 2014.

Kepala Disdikpora Barnabas Dowansiba di kantornya, Rabu (14/1/2015) mengatakan, sudah sepatutnya para kepala sekolah ikut bertanggungjawab karena permasalahan terkait dana sertifikasi sepenuhnya bermula dari keterlambatan pengiriman data pokok pendidikan (Dapodik) yang dibuat sendiri oleh pihak sekolah.

Dapodik yang telah diteken kepala sekolah masing-masing selanjutnya dikirim secara on line ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dinas Pendidikan di daerah hanya menerima data sesuai SK dari Kemendikbud untuk selanjutnya memfasilitasi penyaluran dana sertifikasi itu kepada para guru.

“Sementara ini saya tetap minta kepala sekolah harus bertanggungjawab dulu. Saya tunggu sampai satu minggu ini, kalau tidak ada pembicaraan dari kepala sekolah maka kita lanjut proses hukum bagi para pelaku, “ kata Barnabas.

Barnabas mengatakan, buntut dari pengrusakan itu, saat ini terjadi aksi mogok yang dilakukan oleh sekelompok pegawai di lingkup Disdikpora sendiri. Mereka menolak memberikan pelayanan terutama untuk urusan menyangkut administrasi para guru.

Kelompok ini juga memalang ruang bagian kepegewaian dan meminta dirinya tidak menandatangani semua berkas yang berhubungan dengan administrasi kepegawaian para guru. Mereka menginginkan para pelaku menyerahkan diri ke pihak berwajib atau datang dan mengakui perbuatannya secara langsung di kantor Disdikpora.

“Kalau tidak berarti proses hukum tetap lanjut supaya pihak kedua ini juga mau buka palang. Supaya semua hak (guru) itu bisa berjalan. Sebab sekarang ini saya tidak bisa bergerak, saya maju kena mundur kena.

Pengusulan kenaikan pangkat tidak bisa berjalan, gaji berkala juga tidak bisa, juga dokumen yang lain juga terlambat karena itu ada pada Kasubbag kepegawaian. Saya tidak bisa tandatangan apapun, tidak bisa, “ jelas dia.

Karena itu, ia berharap para kepala sekolah bisa secepatnya mencari solusi agar permasalahan itu tidak menjadi berlarut-larut sehingga membuat semua guru ikut-ikutan menjadi korban.

“Tadi (kemarin) saya sudah sampaikan kepada para kepala sekolah (pada acara lepas sambut tahun baru). Saya tidak minta jawaban hari ini, tapi paling tidak dalam minggu ini sudah ada jawaban. Supaya jangan sampai hak-hak guru yang lain akan terhambat. Kasihan guru lain ujar Barnabas.

Ia mengaku sudah mengetahui indentitas para pelaku pengrusakan. Beberapa diantaranya bukan termasuk dalam kelompok guru yang berhak menerima dana sertifikasi. Saat melakukan aksinya, para pelaku diduga kuat dalam pengaruh minuman beralkohol.

“Orang-orangnya kita sudah tahu. Ada tata usaha yang sesungguhnya tidak punya hak tapi ikut juga, ada juga guru yang sudah pindah ke (Kabupaten) Manokwari Selatan tapi kok ikut sama-sama dengan kelompok yang minum mabuk lalu melakukan pengrusakan,” pungkasnya. |ZACK TONU BALA

Tinggalkan Balasan