Jalur kereta api Papua. | Detik.com

Dishub: Perkeretaapian Papua Barat tertinggal satu langkah

MANOKWARI- Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat Bambang Heriawan Soesanto menyatakan program perkeretaapian di wilayah Provinsi Papua Barat tertinggal satu langkah dan perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.

Pada pertemuan bersama Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) pekan lalu, Bambang   mengatakan, semestinya groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek tersebut dilaksanakan pada semester II tahun 2016.

“Groundbreaking sudah dianggendakan Dirjen Perkeretaapian agar dapat terlaksana pada semester II tahun lalu. Sedianya groundbreaking ini dilaksanakan langsung oleh bapak presiden,” katanya.

Bambang menyebutkan, studi perencanaan, Detail Engineering Design (DED) hingga stusi trase perkeretaapian Papua Barat sudah selesai dilaksanakan.

Tahun ini, ujarnya, pihaknya melaksanan studi Larap dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Dia berharap, tahun 2018 pemerintah pusat dapat menganggarkan dana untuk akselerasi perkeretaapian di daerah tersebut.

Terkait program tersebut, Bambang telah memaparkan segenap capaian program ini dihadapan Anggota Komisi V. Pada pertemuan yang digelar di kantor gubernur itu, Bambang pun berharap Komisi V mendorong pengalokasian dana dari APBN 2018. Sehingga proyek perkeretaapian Papua Barat bisa dimulai tahun depan.

Pada wawancara sebelumnya, Bambang mengungkapkan, sedianya groundbreaking proyek ini akan dilakasanakan di Kota Sorong. Pemerintah Kota dan masyarakat setempat telah menyiapkan lahan namun belum bisa dilakukan pembebasan.

Sejumlah lokasi alternatif disiapkan, antara lain di Manokwari Selatan dan Kabupaten Sorong, namun pihaknya masih berharap peletakan batu pertama perkeretaapian Papua Barat dapat dilakasanakan di Kota Sorong.

“Bupati Manokwari Selatan sangat siap. Berapapun lahan yang dibutuhkan beliau siap mengupayakan, tapi pemerintah pusat masih tetap mengharap kota Sorong,” katanya lagi.(ibn)

Tinggalkan Balasan