PT SDIC Papua Cement Indonesia (SPCI) atau yang lebih dikenal dengan Pabrik Semen Maruni di Distrik Manokwari Selatan, Manokwari.

Disnaker Fasilitasi Persoalan Upah Buruh yang Dipotong Sepihak

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Para buruh pabrik semen PT SDIC Papua Cement Indonesia yang beroperasi di Manokwari, Papua Barat, mengeluhkan pembayaran upah yang diterapkan perusahaan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Papua Barat Pascalina Yamlean mengatakan, saat ini pihaknya sedang memfasilitasi penyelesaian masalah tersebut.

Ia berharap, persoalan ini selesai secara baik melalui pertemuan dia pihak  (Bipartit) antara perusahaan dengan karyawan.

Yamlean menjelaskan, dalam persoalan ini pada karyawan menuntut perusahan memberi kejelasan terkait gaji serta seluruh hak mereka sebagai pekerja.

“Laporan memang sudah masuk ke Dinas. Kamipun tentu harus bertindak sesuai prosedur sehingga pada tahap awalnya ini kami serahkan persoalan ini agar diselesaikan secara internal yakni secara bipartit,” kata dia.

Pihaknya berharap, persoalan ini selesai melalui pertemuan tersebut, sehingga tidak perlu ada proses Tripartite yang melibatkan Disnaker.

“Perusahaan ini belum lama beroperasi, jangan sampai ribut-ribut. Kami ingin persoalan ini selesai secara baik sehingga tidak mengganggu aktivitas perusahaan,” katanya menambahkan.

Dia menjelaskan, pengawasan ketenagakerjaan merupakan kewenangan Disnasker provinsi sedangkan pembinaan tugas kabupaten. Diharapkan perusahaan dan karyawan berkoordinasi dengan Disnakertrans Kabupaten Manokwari. (IBN)

Tinggalkan Balasan