Jamaludin Iribaram. Arif Triyanto/Cahaya Papua

Disnaker: Tenaga kerja lokal belum dilaporkan kepada kami

BINTUNI, Cahayapapua.com— Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Teluk Bintuni, mengklaim bahwa tenaga kerja lokal yang direkrut tahun lalu untuk dipekerjakan di proyek Train 3 LNG Tangguh belum dilaporkan pihak kontraktor yang dipekerjakan perusahaan Chiyoda, Saipem, Tripatra dan Suluh Ardhi Engineering (CSTS).

Kepala Disnakertrans Teluk Bintuni, Jamaludin Iribaram, Senin (5/3) mengatakan dari sekitar 581 pencaker yang telah mendaftar lewat dinas dan sudah diserahkan berkasnya ke CSTS, informasinya hanya 60 orang yang diterima. Namun tahapan seleksi dan jumlah yang diterima tidak dilaporkan kembali ke dinas.

“60 yang diterima sampai sekarang tidak dilaporkan ulang, saya sendiri tidak tahu, dari 60 kemudian hanya 40 katanya, tidak dilaporkan, mereka ditempatkan dimana -mana juga kami tidak tahu, kontrak kerja juga kami tidak tanda tangan,” katanya.

Menurut Jamaludin, sejak awal proses perekrutan tenaga kerja yang dilakukan oleh CSTS sudah salah. Karena tidak melalui Dinas Tenaga Kerja Teluk Bintuni.

Dia menegaskan pihak perusahaan jangan asal cari benar. Menurut Jamaludin bahwa pihaknya merupakan pemerintah yang bergerak sesuai aturan dan perundang -undangan.

Dia mengatakan, pihak perusahaan juga melakukan perekrutan tenaga kerja secara diam -diam. Kemudian menggiring calon tenaga kerja medical cek up atau tes kesehatan di Sorong.

“Menurut aturan itu tidak bisa, minta kepada kita buat permohonan perekrutan tenaga kerja, melalui kepala kampung, distrik,” ujarnya.

Mengenai tenaga kerja, pihaknya telah mengundang para pihak yakni CSTS, BP Indonesia, SKK Migas, dan sub kontraktor guna melakukan rapat pada 28 Februari lalu. Namun yang datang hanya perwakilan BP dan CSTS. “Saya sampaikan kepada mereka supaya jalan ikut aturan, saya juga berusaha lapor ke provinsi dan pusat,” katanya.

Sebelumnya pihak CSTS pada 2017 menyatakan sekitar 581 lebih pencari kerja telah mendaftar melalui Disnakertrans. Kemudian berkasnya diserahkan ke CSTS untuk diseleksi. Mereka akan diseleksi yang akan menyisakan 60 orang sesuai permintaan perusahaan.

Untuk tahap pertama ini enam sub kontraktor dibawah kontraktor CSTS yang ditunjuk oleh BP untuk melaksanakan pembangunan proyek Train 3 dan telah memasukkan permintaan tenaga kerja dengan berbagai disiplin ilmu dan disiplin kerja yang berbeda.

Diantaranya sub kontraktor PT. Guna Teguh Abadi membutuhkan dua tenaga kerja posisi Office Asisstance kategori unskilled, PT. Baharu Penta Kencana membutuhkan pekerja Unskilled dan Skill namun tidak mencantumkan berapa banyak jumlah yang diminta, PT. Tractus Multi Service membuka lowongan 6 tenaga kerja empat semi skill dan dua Skill, PT. Buma Perindahino membutuhkan 18 tenaga kerja multi skilled, PT. Leighton Contractors Indonesia membutuhkan 22 tenaga kerja, dan PT. Unggul Sejati Indonesia tidak mencantumkan jumlah permintaan tenaga kerja. Pihak CSTS menyatakan pada pekerjaan awal akan dibangun 6000 kamp, dan juga persiapan untuk infrastuktur seperti jembatan. |Arif Triyanto

Leave a Reply

%d bloggers like this: