Ir. Rosita Watofa.

Disperperindakop Manokwari Belum Punya Data Pertumbuhan UMKM

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kabupaten Manokwari belum memiliki data pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) secara berkala setiap tahun.

Sulitnya update data pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah secara valid itu disebabkan oleh aktifitas usaha yang dilakukan pelaku usaha cenderung berpindah-pindah dan tidak memiliki lapak usaha tetap.

Hal itu mengakibatkan petugas pendataan Disperindakop Kabupaten Manokwari kesulitan melakukan pembaharuan data jumlah pelaku usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah berdasarkan jenis usaha, kepemilikan aset bangunan atau lapak, tingkat pendapatan, dan orientasi pasar bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Kabupaten Manokwari.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang UMKM Disperindakop Kabupaten Manokwari, Ir. Rosita Watofa siang kemarin di ruang kerjanya. “Kami punya data, tapi belum semuanya kami input,” katanya.

Praktek Usaha Mikro di Manokwari, kata Rosita cenderung bersifat temporer dan ada pula dua pelaku usaha yang menempati satu lapak jualan dengan waktu jualan siang dan malam, hal itu membuat petugas pendataan kesulitan melakukan pembaharuan data pelaku usaha.

Selain itu, kendala yang dihadapi dalam menyajikan data pelaku usaha mikro kecil dan menengah kata Rosita adalah pertumbuhan usaha kuliner di seputaran kota Manokwari yang melakukan aktifitas dagangannya pada malam hari, turut membuat petugas pendataan kesulitan melakukan pendataan pelaku usaha secara menyeluruh.

“Pelaku usaha seperti penjual bensin eceran, pinang, sayuran dan ragam jenis kuliner itu bisa di data kalau ketika petugas datang mereka sedang melakukan aktifitas usaha, yah pasti dapat terdata, tapi kalau petugas datang terus mereka tidak ada yah, itu yang buat kita kesulitan,” jelasny.

Ia mencontohkan, misalnya di Pasar Wosi dan Sanggeng kadang-kadang bergantian, pedagang sayuran yang berjejeran dari kali konto sampai di areal menuju terminal itu sering bergantian tempat jualan, itu yang buat pihaknya kesulitan mendapatkan data pembaruan yang valid. |RIZALDY|BUSTAM