Lahan padi Kampung Nagura sebagai lokasi pertama pengembangan padi di Arguni Bawah yang melaksanakan panen perdana pada Januari 2014.

Distantek Kembali Kembangkan Padi Ladang 100 Hektar

KAIMANA, CAHAYAPAPUA.com– Tahun ini, Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kaimana melalui bantuan sosial Kementerian Pertanian RI kembali mengembangkan padi ladang seluas 100 hektar di wilayah Distrik Arguni Bawah. Pengembangan padi telah diawali tahapan pencanangan yang dilaksanakan di Kampung Wanoma diatas lahan seluas 17 hektar pada 15 Januari 2016 lalu.

Kepala Bidang Pertanian dan Holtikultura Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan Kaimana, Obaja Womsiwor, A.Md.P menyampaikan hal ini ketika dikonfirmasi terkait rencana lanjutan pengembangan padi di wilayah Kabupaten Kaimana.

Kepada Cahaya Kaimana, Obaja Womsiwor mengatakan, pengembangan padi merupakan program nasional yang bertujuan menopang ketahanan pangan. Kegiatan ini lanjutnya, dibiayai APBN-P dengan total dana sebesar Rp.120 Juta untuk 100 hektar lahan padi ladang di wilayah Distrik Arguni Bawah. Dari total dana yang diberikan ini demikian Womsiwor, jika dibagikan untuk 100 hektar lahan, setiap hektar akan mendapatkan dana pengolahan sebesar Rp.1.200.000.

Dana yang diberikan ini jelas Womsiwor, merupakan standar nasional yang berlaku sama di semua wilayah di indonesia. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan, Bidang Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Kaimana mengantisipasinya dengan menggunakan sistim pengolahan lahan TOT (Tanpa Olah Tanah). Total 100 hektar lahan padi dimaksud lanjutnya, tersebar di Kampung Wanoma 17 hektar, Kampung Nagura 17 hektar, Ukiara 10 hektar, Kampung Sararan 15,5 hektar, Kampung Sumun 10 hektar, Kampung Mandiwa 7 hektar dan Kampung Sawatawera Distrik Arguni Aras seluas 23,5 hektar.

“Luas areal untuk program optimasi lahan padi ladang ini 100 hektar. Khusus Wanoma luas lahan 17 hektar. Total dana 120 juta sesuai standar pusat untuk membiayai pengolahan tanah, pembelian pupuk dan obat. Kita di daerah Papua ini tidak bisa samakan dengan daerah Jawa sehingga dengan dana 1.200.000 per hektar ini, kami ambil kebijakan menggunakan TOT. Kebetulan lahannya masih baru sehingga unsur hara dan zat makanan masih utuh, tinggal kita melengkapinya dengan pupuk cair dan obat,” jelas Womsiwor seraya menambahkan program optimasi lahan untuk penanaman padi di Kabupaten Kaimana ini dilaksanakan bersama TNI AD sebagai tindaklanjut dari kesepakatan kerjasama antara TNI AD dan Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu. (ISA)