Ilustrasi. Int

Distribusi Logistik Sempat Terganggu, Pilkada Bintuni Lancar

BINTUNI,CAHAYAPAPUA.com – Anggota KPU Teluk Bintuni, Nazil Hilmie menegaskan bahwa Pelaksanaan Pilkada Serentak di Kabupaten Teluk Bintuni berjalan lancer sesuai prosedur. Baik yang berada di kota, mau di daerah pesisir dan pegunungan.

Meskipun diakui dalam pendistribusian logistik sempat mengalami kendala. Bahkan terdapat sembilan distrik di wilayah Moskona terancam tertunda pelaksanaannya.“Distribusi ke Merdey dan sekitarnya sempat terganggu. Kawan-kawan sudah bergeser kesana, tapi jembatan di Mogoi Tembuni terputus akibat hujan dan air sungai meluap. Sehingga ada 9  distrik berpotensi tidak memiliih karena logisltik yang tidak ada,” ujarnya.

Sehingga diupayakan untuk menggunakan jalur udara melalui Manokwari, namun lagi-lagi upaya tersebut gagal karena pesawat Susi Air yang hendak di carter sudah digunakan pihak lain.

Untuk mengatasi terhambatnya pendistribusian logistik, sehingga diputuskan untuk meminta bantuan pihak perusahaan untuk membuat jembatan darurat. Pekerjaan pembuatan jembatan akhirnya berhasil dikerjakan dalam waktu semalam dan distribusi logistik dapat kembali dilakukan.“Dan akhirnya seluruh logistik untuk 9 distrik itu bisa diangkut lewat jalan darat dan alternatif pesawat tidak dipakai,” ujarnya.

Sehingga pada H-2, logistik pilkada sampai ke tempat tujuan dan pada hari pemungutan suara 9 Distrik tersebut bisa melaksanakan Pilkada serentak. “Secara garis besar di seluruh wilayah, semua jalan sesuai standar yang kita inginkan. Tidak ada persoalan yang mencuat terkait hak pilih seseorang,” tegasnya.

Dijelaskan bahwa sebanyak 175 TPS di 24 Distrik telah melaksanakan pemungutan suara sesuai aturan yang ditetapkan. Hal senada juga diungkapkan Kapolres Teluk Bintuni, AKBP. Hary Supriyono.

Diakui situasi pelaksanaan pilkada berjalan cukup aman, meskipun diakui ada beberapa masalah yang terjadi di beberapa TPS terkait masalah DPT namun sudah teratasi. Sementara untuk logistik sudah tersebar seluruhnya ka TPS-TPS, sehingga pelaksanaan Pilkada dapat berlangsung tepat waktu dan tanpa ada penundaan.“Secara umum lancar, sampai sekarang logistik sudah sampai tujuan dan bsia terlaksana,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (9/12) kemarin.

Terkait anggota yang diturunkan, dikatakan pihaknya menurunkan sebanyak 176 personil kepolisian untuk mengamankan 175 TPS. Selain itu untuk pengamanan pilkada pihaknya dibantu anggota Brimob sebanyak 34 orang dan personil TNI sekitar 40 orang.

Konflik sosial selama pelaksanaan Pilkada, menurutnya untuk sementara tidak ada. Meskipun ada isu-isu adanya pemilih siluman.“Memang ada isu-isu selentingan pencoblosan siluman dan kita sudah antisipasi melalui razia gabungan. Saat kapal masuk kita razia senjata tajam dan lainnya,” ujarnya.

Upaya pengamanan yang dilakukan, diantaranya melalui pengamanan TPS, pengamanan terbuka, tertutup serta patrol gabungan. Pada pelaksanaan pemungutan suara, dikatakan pihaknya belum menemukan adanya dugaan mobilisasi massa.

Pada kesempatan itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya, menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah masing-masing.“Jangan terpengaruh oleh isu yang tidak bertanggung jawab. Siapa yang terpilih maka kita junjung tinggi,” pungkasnya. | ARI MURTI

Tinggalkan Balasan