Warga Kabupaten Pegunungan Arfak pada suatu kegiatan. Pemerintah mulai memberlakukan BBM murah di kabupaten baru tersebut yang dinamakan “BBM satu Harga” yang perliternya akan dijual Rp. 6.450.
Warga Kabupaten Pegunungan Arfak pada suatu kegiatan. Pemerintah mulai memberlakukan BBM murah di kabupaten baru tersebut yang dinamakan “BBM satu Harga” yang perliternya akan dijual Rp. 6.450.

Distrik se-Pegunungan Arfak Segera Nikmati BBM Murah

BALI, Cahayapapua.com— PT. Pertamina (Persero) memastikan seluruh distrik/kecamatan di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, akan segera menikmati bahan bakar minyak (BBM) dengan harga murah.

Manager Komunikasi dan Relasi PT Pertamina Wilayah VIII Maluku-Papua Taufikurahman saat pertemuan media di Denpasar, Bali, Jumat-Minggu (21-23/10/2016) mengatakan, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan kebijakan “BBM satu harga” untuk menyetarakn harga BBM di Papua dan Papua Barat dengan daerah lain.

Menindaklanjuti instruksi presiden tersebut, ujarnya melanjutkan, Pertamina bersama pihak swasta telah membuka Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) di delapan Provinsi Papua dan Papua Barat. Satu diantaranya, Pegunungan Arfak, Papua Barat.

“Hari Selasa lalu, presiden di Yahukimo Papua, sudah meresmikan kebijaakan BBM satu harga di kabupaten pedalaman dan pegunungan tersebut. Harga BBM di kabupaten-kabupaten tersebut sama dengan daerah lain, baik untuk premium maupun solar,” ujarnya.

Dia mengutarakan, APMS Pegunungan Arfak dibentuk di Distrik Anggi sebagai ibu kota kabupaten. APMS tersebut, merupakan satu-satunya di daerah otonomi baru tersebut.

Pertamina, kata dia, akan membuka subrayon APMS di 10 Distrik Pegunungan Arfak secara bertahap. Pihaknya ingin, seluruh masyarakat di daerah ini bisa menikmati BBM bersubsidi.

“Kami akan bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk menetapkan harga termasuk keungan bagi setiap subrayon. Sehingga seluruh distrik menerapkan harga yang sama,” katanya lagi.

Pegunungan Arfak, adalah kabupaten yang baru dimekarkan dari Kabupaten Manokwari pada 2013. Di daerah ini, infrastruktur jalan dan jembatan masih memprihatinkan.

“Jalan penghubung antar distrik masih cukup sulit dan distribusi BBM ke distrik-distrik lain tentu menimbulkan biaya. Untuk itu harga perlu diatur agar tidak ada permainan harga yang merugikan masyarakat,” katanya lagi. (IBN)

Tinggalkan Balasan