Ilustrasi. Foto: Ist

Ditambah Bunga, Total Utang Pemda Manokwari 70 Miliar

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com- Beban utang yang harus diselesaikan Pemkab Manokwari pada tahun anggaran 2015 dipastikan semakin besar. Ini menyusul adanya pinjaman daerah sebesar 64 miliar untuk menutupi desifit pada Perubahan APBD 2014.

“APBD 2015 dia akan memikul beban yang sangat berat dimana pinjaman itu sebanyak 64 miliar ditambah bunga sehingga diperkirakan total dengan bunga pinjaman itu akan mencapai 70 miliar, “ kata Staf Ahli Bupati Manokwari Bidang Pemerintahan Enos Aronggear, Rabu (3/12/2014) di kantor bupati di Sowi Gunung.

Kewajiban melunasi pinjaman mencapai 70 miliar itu pada tahun anggaran 2015 secara otomatis akan mempersempit ruang fiskal untuk membiayai kegiatan pembangunan. Ini menjadi konsekwensi logis dari kemungkinan adanya pemangkasan alokasi belanja modal guna menutupi pinjaman yang terjadi.

“Sesuai kesepakatan (dengan DPRD) pinjaman itu harus diselesaikan pada tahun anggaran berjalan. APBD 2015 harus selesaikan utang itu kalau tidak akan bertambah bunga lagi, “ jelas Enos yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Keuangan.

Beban keuangan Pemda pada 2015 boleh jadi akan jauh lebih berat dibanding tahun 2014. Sebab menurut Enos, utang Pemda tidak hanya berupa pinjaman ke bank, tetapi juga terhadap pekerjaan-pekerjaan yang sudah dilakukan mendahului. Banyak dari pekerjaan mendahului ternyata belum dibayarkan.

Utang terhadap pekerjaan mendahului itu juga harus bisa dituntaskan pada APBD 2015. “Maka SKPD diingatkan untuk harus ikat pinggang, harus dipress sehingga tidak lagi dia mengusulkan program-program yang banyak, karena kita dibebani dengan belanja-belanja wajib seperti belanja pegawai, belanja pinjaman dan utang, “ tandas Enos.

Enos melanjutkan, pengurangan program dan kegiatan SKPD menjadi pilihan pahit yang harus diambil Pemda Manokwari pada tahun mendatang. Sebab jika itu tidak dilakukan, maka dipastikan anggaran daerah akan kembali mengalami defisit.

Dan jika itu yang terjadi, maka pemerintahan Bastian Salabai dan Roberth Hammar (Basaroh) yang akan berakhir pada Februari 2016 akan mewariskan utang kepada pemerintahan berikutnya.

“Jadi SKPD harus paham ini. Sehingga mereka tidak lagi mengusulkan program-program yang banyak, “pungkas Enos. |ZACK TONU BALA

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan