Ditanya Kesiapan Daerah, Gubernur Sebut Itu Pertanyaan Bodoh

MANOKWARI, Cahayapapua.com-– Gubernur Papua Barat Abraham Oktovianus Atururi melontarkan pernyataan tak pantas sebagai pajabat publik dan melecehkan profesi wartawan ketika ditanya mengenai rencana kunjungan Presiden Joko Widodo ke Manokwari, Senin (4/4/2016).

Penyataan pelecehan itu dilontarkan dalam wawancara door stop usai dia mengikuti pelantikan Pengurus Muslimah Nahdatul Ulama (NU) di hotel Mansinam.

Saat itu, setelah menjawab beberapa pertanyaan wartawan lain, wartawan Cahaya Papua, bertanya perihal kesiapan Pemerintah Papua Barat menyambut rencana kunjungan Presiden Joko Widodo ke Manokwari, namun dibalas dengan pernyataan tersebut.

Berikut kronologi hingga Bram menggeluarkan pernyataan tersebut.

Beberapa saat usai Bram mengikuti pelantikan, Gubernur bersiap untuk pulang. Begitu sampai lokasi parkiran, wartawan mendatanginya dan melakukan wawancara door stop.

Awalnya Bram melayani pertanyaan wartawan dengan baik, mengenai rencana kunjungan Jokowi ke Manokwari. Dia menjelaskan Jokowi saat ini (kemarin) telah berada di Ambon, untuk meresmikan jembatan Merah Putih, jembatan terpanjang di Indonesia Timur.

“Besok pagi Presiden tiba disini (Manokwari). Presiden diperkirakan (berada) satu jam di Manokwari, langsung menuju Wasior. (Jika) cuaca baik, bisa kembali dari Wasior (ke Manokwari) sekitar jam 11 siang,” kata gubernur menjawab pertanyaan seorang wartawan.

Usai menjawab pertanyaan tersebut, wartawan Cahaya Papua ingin memastikan kesiapan pemerintah Papua Barat dalam menyambut kedatangan Presiden Jokowi.

“Bagaimana kesiapan Pemprov Papua Barat dalam menyambut kunjungan R1 ke Papua Barat,” begitu bunyi pertanyaan wartawan Cahaya Papua sebagai pertanyaan selanjutnya kepada Bram.

Dalam waktu singkat Bram langsung menyambar pertanyaan tersebut. “Itu (pemerintah Papua Barat) tetap siap, tidak usah tanya-tanya begitu. Tanya itu yang berbobot-bobot, tidak usah tanya pertanyaan bodok (bodoh). Itu pertanyaan bodok ya, saya tidak bisa menjawab,” kata Bram dengan nada tinggi. “Kesiapan provinsi tetap siap,” lanjut dia.

Setelah itu wartawan kembali menyodorkan pertanyaan yang masih terkait, “Apa saja agenda yang dilakukan R1 di Papua Barat?.” Lalu dia dimenjawab, “Ndak, ndak, ndak. Itu pertanyaan bodok. Saya tidak bisa jawab itu,” lanjut pria yang akan mengakhiri jabatannya sebagai gubernur Papua Barat pada 2017 ini, sambil berlalu meninggalkan wartawan.

Presiden Joko Widodo awalnya direncanakan berkunjung ke Manokwari Senin kemarin, namun ditunda ke hari ini. Selain ke Manokwari, Jokowi juga dijadwalkan berkunjung ke Wasior, Teluk Wondama, untuk meresmikan pelabuhan Kuri Pasai yang dibangun menggunakan anggaran APBN.

Pelabuhan tersebut merupakan salah satu program tol laut Presiden untuk menghubungkan wilayah Indonesia yang bertujuan menekan disparitas harga barang antar daerah.

Rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Manokwari membuat pemerintah daerah “kalang kabut”. Pemerintah daerah bergerak cepat memperbaiki sejumlah jalan di kota Manokwari yang bakal dilalui Presiden Jokowi.

Jalan yang dipermak misalnya Jalan Esau Sesa. Di jalan ini, beberapa titik yang rusak parah karena berlobang ditambal hanya dalam dua hari menggunakan aspal hotmix atau aspal beton.

Menurut Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan, sehari sebelumnya, Presiden Joko Widodo selama berada di Manokwari dijadwalkan akan menginap di hotel Swiss atau Aston Niu. Presiden juga direncanakan membagikan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat —salah satu program andalannya saat kampanye Presiden 2014 lalu— kepada warga Manokwari. (MAR)

Tinggalkan Balasan