Ilustrasi

Ditendang Diatas Motor, Tabrak Pohon, Irsan Kemudian Meninggal

MANOKWARI, Cahayapapua.com—-  Seorang pemuda yang tinggal di belakang berdikari, Irsan Lestaluhu, meninggal dunia setelah ditendang orang tidak dikenal saat ia dibonceng dan menabrak sebuah pohon di sekitar Kwawi, Minggu (18/9/2016).

Irsan sempat dilarikan ke rumah sakit setelah menabrak pohon, namun Selasa (20/9/2016) sore, setelah melewati perawatan, ia meninggal dunia.

Menurut Rudy, rekan korban di Belakang Berdikari, Selasa (20/9/2016), sebelum peristiwa penendangan yang berujung tabrakan itu terjadi, dia bersama korban dan beberapa teman lainnya dalam perjalanan pulang menggunakan motor dari pasir putih.

“Saat di depan Gereja Elim Kwawi, korban Irsan disambar satu motor lalu ditendang. Saat itu Irsan dibonceng teman lain pakai motor metic,” ujar Rudy.

Korban lalu dilarikan ke rumah sakit guna mendapat perawatan, namun naas Irsan meninggal dunia Selasa sekitar pukul 16.00 WIT.

“Kita sama-sama satu kompleks tinggal di Belakang Berdikari. Saya tidak kenal pelaku yang tendang korban,” ujar Rudi yang mengaku baru beberapa minggu berada di Manokwari.

Cahaya Papua hendak menemui keluarga korban namun mereka belum bisa bersedia menemui wartawan karena masih dalam suasana duka.

Kasat Reskrim Polres Manokwari AKP. Aris Diego Kakori mengatakan kejadian yang menimpa Irsan memang terjadi di dekat gereja Elim Kwawi.

Namun berdasar pemeriksaan TKP oleh Satlantas, korban diduga meninggal karena menabrak pohon.

Saat kecelakaan itu motor korban hancur. Korban dan temannya usai kecelakaan itu dalam kondisi parah. “Saat ini rekan korban masih diopname,” kata Aris.

Aris mengatakan, mendapat keterangan saksi bahwa sebelum menabrak pohon, korban dibayang-bayangi oleh motor lain dan tiba-tiba korban dan rekannya menabrak pohon. (MAR)

Tinggalkan Balasan