Ilustrasi. Foto: Liputan6

Diwarnai Debat, UMP Papua Barat Tahun 2016 Akhirnya Ditetapkan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Dewan Pengupahan Provinsi Papua Barat telah menetapkan upah minimum provinsi Papua Barat tahun 2016 sebesar Rp. 2.180.000 atau naik 165 ribu dibanding UMP tahun 2015.

Dewan pengupahan terdiri dari unsur pemerintah, perwakilan pengusaha dan pekerja mencapai kesepakatan UMP tersebut dalam rapat di hotel Oriestom, Manokwari, Kamis (15/10).

Dalam rapat tersebut sempat terjadi debat yang cukup alot antara pihak pekerja dan pengusaha. Debat dilatarbelakangi tak setujunya pengusaha jika UMP dinaikkan menjadi Rp. 2 juta 2 ratus ribu, mengacu pada usul ketua dewan pengupahan provinsi Papua Barat.

Perwakilan pengusaha mengatakan, UMP tidak harus berada pada angka Rp. 2,2 juta karena saat ini nilai tukar rupiah sedang turun. Mereka juga kuatir UMP yang terlalu tinggi bakal mempengaruhi roda ekonomi Papua Barat.

Namun dalam rapat yang berlangsung sekitar 4 jam, para pihak akhirnya menyepakati UMP tahun 2016 sebesar Rp. 2.180 ribu.

Pakar Ekonomi Universitas Papua Achmad Rohani, yang juga hadir dalam rapat tersebut, menyatakan UMP Papua Barat tahun 2016 sebesar Rp. 2.180.000 belum memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak.

“Standar upah bagi pekerja di Papua Barat seharusnya Rp. 2.354.000/bulan. Artinya penetapan provinsi Papua Barat ini masih belum memenuhi 100% standar Kebutuhan Hidup Layak, masih jauh dari UMP Provinsi Papua yang sudah memenuhi KHL 100%,” kata Achmad membandingkan.

Provinsi Papua Barat adalah provinsi ke 8 yang standar UMP – nya masih jauh dari KHL setelah provinsi NTT, NTB, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku dan Maluku Utara. | DINA RIANTI

Tinggalkan Balasan