Jenis alat tangkap perikanan yang disalurkan ke nelayan

DKP Salurkan Ribuan Alat Tangkap pada 2014 – Pertengahan 2015

MANOKWARI, cahayapapua.com– Pemerintah Provinsi Papua Barat menyatakan telah menyalurkan 1000 lebih berbagai jenis alat perikanan tangkap ke kabupaten/kota di Papua Barat untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat, Simon Atururi, mengatakan, alat perikanan tangkap tersebut disalurkan sejak tahun 2014 hingga pertengahan 2015.
Simon mengatakan, penyaluran ribuan alat perikanan tangkap tersebut sebagai upaya memanfaatkan potensi perikanan yang melimpah di laut Papua Barat.
“Potensi perikanan di daerah ini sangat besar, namun para pelaku usaha perikanan tangkap masih diperhadapkan dengan persoalan modal yang sangat terbatas,” kata Simon, kemarin.
Pada tahun anggaran 2014, DKP telah merealisasikan sarana dan prasarana berupa 90 unit motor tempel 15 PK plus kasko (perahu), 10 unit rumpon tradisional serta 12 unit rumpon modern.
Dalam TA 2014 perubahan, direalisasikan 335 unit motor tempel 15 PK, 45 unit motor tempel 25 PK serta tambahan 20 unit rumpon modern.
Untuk TA 2015, DKP telah menyalurkan 650 unit mesin ketinting 5,5 PK, 94 unit motor tempel plus kasko, 11 unit rumah ikan dan 25 unit sero tancap.
“Sarana berupa 25 unit gill net 2 inchi, 25 unit gill net 3 inchi, 40 unit trammel net, 100 unit hand line, tambahan 88 perahu/kasko serta 44 uni motor tempel plus perahu, sedang dan akan segera direalisasikan pada TA 2015 setelah perubahan,” kata Simon.
Simon mengatakan, bantuan alat perikanan tangkap berupa motor tempel —warga sebelumnya menggunakan perahu dayung— merupakan upaya untuk memperluas wilayah jelajah nelayan.
“Kita berikan mesin dan perahu yang berskala kecil karena disesuaikan dengan kemampuan modal para nelayan. Fokus bantuan ini diberikan kepada para pelaku usaha perikanan tangkap di daerah-daerah terpencil dan pesisir,” kata dia.
Meski pemerintah telah menyalurkan alat perikanan tangkap dengan harapan meningatkan kemampuan ekonomi warga, namun menurut Simon, harapan itu belum sepenuhnya tercapai. Sebab, ada kelompok nelayan yang tidak jujur serta bukan pelaku usaha perikanan tangkap.
Ia mengatakan sejumlah nelayan meski sudah menerima bantuan serupa dari kabupaten, tapi mereka masih meminta ke provinsi dengan mengajukan proposal. Ada juga yang begitu terima langsung dipindahtangankan dengan berbagai alasan.
“Untuk mendapatkan bantuan, kita verifikasi setiap proposal yang masuk. Jika memenuhi persyaratan kita masukan dalam daftar penerima yang diberikan secara bertahap,” pungkasnya. |RASYID FATAHUDDIN