Jenazah Almahrum dr. Gonzales Susanti ditandu keluar Gereja Paroki Imanuel Sanggeng usai disembayangkan. | CAHAYAPAPUA.com | Zack Tonu Bala

Dokter ‘Murah Hati’ Itu Kini Telah Tiada …

Ratusan orang, sebagian besar mengenakan pakaian berwarna gelap memenuhi gedung Gereja Katolik Paroki Immanuel Sanggeng Manokwari, Rabu (14/1) petang. Di bagian tengah depan, persis di depan altar tampak sebuah peti mati dengan bagian penutup sudah terbuka. Di bagian atasnya terpajang foto seorang laki-laki berkumis dengan senyum tersungging.

——————————

RATUSAN orang itu mengikuti misa hitam (requem) untuk mendoakan sekaligus memberi penghormatan terakhir kepada jenazah laki-laki dalam foto berbingkai dengan warna coklat kemerahan itu.

Dia adalah dr.Gonzali Susanti. Pria yang akrab disapa dr.Gonzales itu menghembuskan nafas terakhir pada Senin, 12 Januari di RSUD Manokwari akibat gagal jantung.

Kepergiannya yang sangat mendadak membuat orang-orang terdekatnya termasuk para sahabat, kenalan dan rekan kerjanya merasa sangat kehilangan. Apalagi di mata para sahabat dan orang-orang yang pernah mengenalnya, dokter kelahiran Maumere, Flores 27 April 1964 itu adalah sosok yang murah hati dan suka melayani.

Awal karirnya sebagai dokter muda sebagian besar dihabiskan di wilayah pedalaman di Kabupaten Manokwari. Almahrum dikenal sangat taat pada tugas yang diembankan kepadanya. Dia menjalani profesinya sebagai dokter untuk menolong orang-orang Papua yang pada masa itu masih sangat sulit mengakses layanan kesehatan.

“Dokter Gonzali banyak bertugas di pedalaman. Begitu banyak jasa yang telah diberikan semasa hidup untuk menolong orang-orang Papua. Ada yang datang tapi tidak punya uang, dia tetap melayani, “ kata Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat Nataniel Mandacan saat memberi sambutan mewakili Gubernur Papua Barat usai misa.

Jabatan terakhir dokter Gonzales adalah Kepala Bidang pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat. Sebelum pindah ke provinsi, almahrum merupakan PNS Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari. Dia tercatat pernah menjadi Kepala Puskesmas Maripi serta pernah menjalani tugas di pedalaman Bintuni.

“Dokter telah berbuat banyak untuk orang kecil, untuk orang miskin di Papua Barat khususnya di Manokwari, “ lanjut Nataniel.

Di mata Pater Aloysius Teniwut, Pastor Paroki Imanuel Sanggeng, almahrum adalah suami yang setia dan ayah yang pengasih.

“Saat masih di RSAL (sehari sebelum almahrum meninggal), dokter mengatakan dia tidak mau menikah lagi karena dia sangat cinta sama isterinya. Belum ada perempuan yang sama seperti isterinya. Dokter juga bilang dia kasihan sama anak-anaknya yang masih kecil, “ kata Pater Alo dalam misa itu.

Isteri dr. Gonzales, Iriani Supomo sudah lebih dulu berpulang. Dia meninggal sekitar setahun silam. Sebagai dokter, Pater Alo mengenal almahrum sebagai dokter bertangan dingin karena sebagian besar pasien yang ditangani mengaku sembuh saat ditanganinya.

“Banyak orang Papua yang berobat di dokter Gonzales cerita bahwa mereka cocok berobat di dokter karena banyak yang sembuh. Mereka juga cerita bahwa kalau tidak punya uang pun dokter tetap layani. Ini teladan yang baik yang perlu ditiru para dokter dan perawat lainnya, “ lanjut Imam Katolik kelahiran distrik Senopi itu.

Kepergiaan dokter Gonzales meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga besar Nusa Tenggara Timur (NTT) di Manokwari. Almahrum merupakan satu-satunya dokter ‘Orang Timur’ yang ada di wilayah Papua Barat ini. Posisinya sebagai pejabat provinsi juga memiliki arti khusus bagi orang NTT di Papua Barat.

“Dokter Gonzales menjadi andalan orang NTT. Dia menjadi penghubung antara orang NTT di daerah dengan pemerintah daerah. Almahrum memang sangat kami andalkan, “ ucap sesepuh NTT Tobias Bell dalam sambutannya mewakili keluarga.

Dari deretan para pelayat yang hadir mengantar kepergiannya, tampak Gubernur Papua Barat Abraham O. Atururi, Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat Oto Parorongan beserta sejumlah besar PNS. Dari lingkup Pemkab Manokwari tampak hadir asisten I Cassy Jamlean serta Kepala Dinas Kesehatan drg. Hendri Sembiring.

Almahrum meninggalkan dua orang anak, Elnolia dan Benediktus. Banyaknya pelayat membuktikan Almahrum mendapat tempat tersendiri di hati banyak orang.

Dokter Orang Timur itu kini telah tiada. Almahrum dimakamkan, petang kemarin ddi TPU Pasir Putih. Dia kini bersama Sang Khalik dalam keabadian-Nya. Selamat jalan dokter murah hati. |ZACK TONU BALA

Tinggalkan Balasan