Vodka sebanyak 16.320 botol hasil kerja Satgas terpadu pemberantasan Miras Papua Barat selama dua minggu, bernilai sekitar Rp. 1,6 miliar, dimusnahkan dengan cara dilindas menggunakan alat berat, di Manokwari, Jumat.

Dominggus tabuh genderang perang

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Belasan ribu botol minuman keras Vodka Robinson, tepatnya 16.320 botol, yang merupakan barang bukti operasi pemberantasan Miras tim bentukan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, dimusnahkan di kompleks TNI AL, Jumat (17/11).

Vodka sebanyak 16.320 botol hasil kerja Satgas terpadu pemberantasan Miras Papua Barat selama dua minggu, bernilai sekitar Rp. 1,6 miliar, dimusnahkan dengan cara dilindas menggunakan alat berat, di Manokwari, Jumat.

Vodka yang dikemas dalam 320 karton hasil kerja Satgas terpadu pemberantasan Miras Papua Barat selama dua minggu, bernilai sekitar Rp. 1,6 miliar tersebut, dimusnahkan dengan cara dilindas menggunakan alat berat.

Selain Dominggus, pemusnahan tersebut dihadiri Sekda Papua Barat, petinggi Kodam Kasuari XVIII/Kasuari, Polda Papua Barat, TNI – AL, Kodim 1703 Manokwari dan Kepala Satpol PP Papua Barat Oktovianus Mayor yang merupakan ketua tim Satgas Terpadu pemberantasan Miras.

Dominggus mengatakan, Miras merupakan penyebab cukup signifikan terhadap kriminalitas dan kecelakaan di daerah ini, sehingga pemusnahan tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan daerah ini.

“Hal ini (pemusnahan, red) merupakan upaya melindungi masyarakat dari bahaya mengkonsumsi Miras ilegal dan untuk menekan angka kriminalitas, KDRT, kecelakaan di jalan raya dan berbagai kasus lainnya yang berawal dari Miras,” Dominggus.

Dominggus dalam momentum pemusnahan tersebut, juga meminta Sekda Papua Barat Nataniel Mandacan untuk sesegera mungkin melakukan pengawasan Miras lintas OPD Kabupaten Manokwari dan mengkaji kembali setiap penerbitan izin – izin tempat usaha dan perdagangan agar kedepan jangan menyalahi aturan. Ini berangkat dari pengalaman Toko Elektronik Bintang Jaya di Wosi yang ternyata menjadi tempat penyimpanan Miras.

“Kita harus kenakan sanksi tegas kepada setiap tempat usaha yang melanggar. Kenapa di daerah Jakarta bisa menutup tempat usaha yang menyalahi aturan, lalu kita di Manokwari tidak bisa? Sama – sama punya peraturan daerah dan punya kebijakan. Sehingga terbukti menimbun Miras ilegal sebaiknya tutup saja,” tegas Gubernur.

Dominggus menegaskan bahwa dirinya tak mau kompromi dengan Miras. Sebagai pemimpin di daerah Provinsi Papua Barat sekaligus pembina tim Satgas dirinya akan memantau penindakan dan ketegasan terhadap para pelaku usaha yang bermain Miras secara ilegal, yang juga ditangani kepolisian.

“Saya tunggu instruksi dari Sekda kira – kira berapa hari hal ini bisa saya dapatkan koordinasi untuk mencabut izin tempat usahanya? Kalau bisa dalam 3 hari kedepan saya sudah dapat jawabannya,” tegas Dominggus.

Menanggapi hal itu, Kasatpol PP Provinsi Papua Barat Oktovianus Mayor menegaskan, pihaknya juga akan tetap mengawal instruksi gubernur dalam memberantas peredaran Miras ilegal di Papua Barat.

“Secepatnya jika saya selaku tim Satgas telah mendapat instruksi resmi untuk melakukan police line bersama aparat kepolisian, maka saya akan turun dan lakukan hal itu. Sesuai instruksi Gubernur Papua Barat tadi maka sudah sangat tegas, lintas koordinasi sekda kepada jajaran harus bisa dioptimalkan segera. Karena saya pun sudah mengecek dan melihat ijin tempat usahanya, hanya untuk menjual meubeler atau barang elektronik bukan menjual atau menimbun barang lainnya, jadi dalam 1dua hari kedepan toko itu harus tutup,” ujar Oktovianus.

Terpisah menanggapi kelanjutan kasus ini, Kasat Narkoba Polres Manokwari Iptu Jamhari, menegaskan dari total penangkapan yang dilakukan berjumlah 465 karton. Dimana tangkapan pertama dilakukan oleh tim satuan polres menangkap 2 truk berisikan 215 karton Miras jenis Vodka, pada senin (13/11/2017) malam. Dan yang telah dimusnahkan sekitar 350 karton atau sejumlah 16.320. Sedangkan sekira 115 karton atau 5.520 botol Miras barang bukti lainnya akan dipakai untuk sidang tipiring. Dan terkait hal ini telah dikordinasikan dengan pengadilan tinggi Manokwari, menunggu waktu persidangan.

Adapun pelaku insial NP (25 thn), sopir trukk dikenai UU Tipiring Pasal 364, 373, 379, 384, 407 dan Pasal 482. Sebuah turk berplat kuning nopol PB. 9671.MA, telah ditetapkan sebagai barang bukti (BB).

Sementara itu,  saksi – saksi yang telah dimintai keterangan adalah J (34 thn), dan DM (20 thn) beralamat Wosi Maduraja Manokwari,  L (32 thn) alamat Mulyono amban, dan LN (33 thn).

“Kita menunggu masa dan waktu persidangan di pengadilan. Kita upayakan dalam minggu besok. Hukumannya tipiring, ancaman pidana sekitar 3 bulan, atau hukuman penjara diganti dengan Denda Rp. 30-50 juta,” ujar Jamhari. ( cr -80)

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: