Mahasiswa Unipa membakar ban sekaligus memblokir kampus tersebut, Senin (3/11/2014) lalu. Foto: CAHAYAPAPUA.com | Adith Setyawan

Dosen Dipukul, BEM Unipa Minta Maaf

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Presiden Mahasiswa atau Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Papua, Alosius Siep menyatakan meminta maaf kepada publik dan civitas akademika UNIPA.

Hal ini disampaikan Alosius menyusul aksi bentrok dan pemukulan 3 dosen UNIPA dan belasan mahasiswa dalam aksi yang diorganisir BEM, Selasa (4/11) lalu.

“Saya atas nama seluruh mahasiswa Unipa meminta maaf atas insiden tersebut. Baik kepada publik, kepada pihak kampus dan seluruh staf pengajar maupun sesama mahasiswa. Tapi kami juga ingin publik memahami bahwa tidak rencana aksi kekerasan dalam aksi kami. Semua itu adalah rangkaian sebab-akibat,” katanya kepada CAHAYAPAPUA.com, Kamis (6/11).

Menurut Alosius, kejadian itu terjadi tiba-tiba. Karena kelompok mahasiswa yang memboikot kampus serta aktivitas perkuliahan mendapati adanya perkuliahan. “Akhirnya kawan-kawan kalap. Saat itulah kawan-kawan tidak tahu lagi mana mahasiswa, mana dosen,” katanya via telepon seluler.

Namun Alosius menjamin bahwa BEM akan berkomitmen untuk menciptakan suasana kampus yang lebih damai. Ia juga mengatakan sejauh ini tidak ada aktivis BEM yang ditangkap aparat kepolisian karena kerusuhan itu.

“Kalaupun mau ditangkap, mau tangkap siapa? Waktu polisi mengatakan siapa pelakunya, semua mahasiswa angkat tangan. Jadi ini massa,” jawabnya. |PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG 

Tinggalkan Balasan