Kantor baru Bapedalda Papua Barat yang beralamat di kompleks perkantoran Gubernur Papua Barat Arfai Gunung.

DPA Bapedalda tahun 2016 Naik Jadi 21 Miliar

MANOKWARI, Cahayapapua.com Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Papua Barat mendapat kucuran anggaran sebesar 21 miliar pada Tahun 2016. Anggaran tersebut naik sekitar 3 miliar dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp. 18 miliar.

“Karena sekarang ini Provinsi Konservasi, kita dikasih beban oleh sekda, itu yang membuat naik jumlah anggarannya,” kata Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Papua Barat, Jacob Manusawai saat ditemui di ruang kerjanya, di Arfai Gunung, Manokwari, Rabu (2/3/2016).

Dikatakannya, tahun ini pihaknya akan melakukan sejumlah kegiatan-kegiatan dalam rangka mengarahkan apa sebenarnya provinsi konservasi itu. Maksudnya semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar sesuai dengan komitmen gubernur dalam menjalankan program-program kerja kedepan bisa melihat status provinsi konservasi. Jangan menjalankan program yang akan merusak wilayah konservasi.

Selain itu, dinas juga akan kembali mengirim pegawainya untuk mengikuti kursus pelatihan Lap, ke Tanggerang. Karena pusat Lap lingkungan yang terbaik secara nasional itu berada di tanggerang.

“Dari dulu belajar disana, tetapi belajar menggunakan peralatan Lap disana belum ada di kita, kita harus beli alat. Tetapi untuk sementara lebih baik pergi latihan melihat alatnya, mengerti alatanya, dan nantinya kita akan programkan pembelian alatnya,” pungkasnya. |ARIF TRIYANTO

Tinggalkan Balasan