Ilustrasi Dana Otsus

DPR Papua Barat Soroti Dana Otsus di Kota Sorong

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Realisasi dana otonomi khusus di Kota Sorong, dinilai belum maksimal pada sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

“Harus ada transparansi supaya betul-betul ada perhatian khusus pada hal yang vital terutama dalam peningkatan sumber daya manusia,”kata Anggota DPR Papua Barat, Harby Syam, Kamis (5/11/2015), setelah ia bersama sejumlah Anggota DPR PB lainya melakukan penjaringan di Kota Sorong beberapa waktu lalu.

Dari penjaringan itu, pihaknya menilai, pemanfaatan dana otsus di bidang pendidikan dan kesehatan di Kota Sorong masih minim. “Pernyataan dari kalangan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat bahwa, masalah pendidikan dan kesehatan belum tersentuh dengan baik. disisi lain, mereka menyoroti peningkatan besaran dana Otsus yang digulirkan,” katanya.

Menurutnya, sentuhan riil dana Otsus disektor pendidikan dan kesehatan khusus bagi orang asli Papua belum nampak. “Di bidang infrastruktur juga masih minim. Terbuksi masih banyak daerah terisolasi yang belum dibuka akses jalannya,” ujar dia.

Masyarakat berkehendak program pembangunan yang bersumber dari dana Otsus, memprioritaskan empat sektor dasar sehingga bisa mencapai hasil maksimal.

Harbi mencontohkan, pengelolaan dana Otsus di Kota Sorong masih diarahkan pada peningkatan infrastruktur perkotaan, seharusnya kegiatan itu dialokasikan dari sumber dana yang lain.

“Setiap tahun harus ada peningkatan besaran dana, pengelolaan yang transparan, sehingga ada perubahan signifikan. Kalau tidak menyentuh pada sasaran maka, evaluasi harus dilakukan,” ujar Harbi lagi.

Harbi menambahkan, pemanfaatan dana Otsus harus didukung dengan data yang valid. Tugas ini bisa memaksimalkan Dinas Sosial dalam hal pendataan.

“Pengaruh dari dampak dana Otsus yang digulirkan harus ada dampak signifikan. Dan, DPR (Papua Barat) akan mendorong evaluasi komprehensif,” Sebutnya.|RASYID FATAHUDDIN | EDITOR : TOYIBAN