Ilustrasi Pemekaran Distrik

DPRD Bintuni Usul Pemekaran Dua Distrik Baru

BINTUNI,CAHAYAPAPUA.com– Pada sidang paripurna DPRD tentang program legislasi daerah (prolegda) disepakati sebanyak 34 raperda yang akan dibahas tahun ini.
Dari 34 raperda tersebut terdapat dua raperda tentang pemekaran kampung dan distrik yang merupakan hasil inisiatif DPRD.
Ketua DPRD Teluk Bintuni, Daniel Asmorom saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa usulan dua Raperda tersebut merupakan aspirasi yang disampaikan masyarakat.
Diakui cukup banyak aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya pemekaran kampung maupun distrik, meskipun jumlah Distrik dan kampung di Kabupaten Teluk Bintuni terbilang cukup banyak, yaitu 24 Distrik dan 262 Kampung.
“Aspirasi untuk pemekaran kampung memang banyak, cuma untuk pemerintahan kami saat ini kami belum bisa untuk memekarkan kampung-kampung. Karena yang sudah ada saat ini belum bisa terbentuk dengan baik sehingga belum bisa menerima tambahan untuk kampung,” ujarnya.
Sementara untuk pemekaran Distrik, menurutnya ada kemungkinan untuk bisa dilakukan. Direncanakan terdapat dua distrik yang akan dimekarkan yaitu Distrik Yakora dan Distrik Inofina. Untuk pemekaran Distrik Yakora, menurutnya sangat diperlukan untuk melengkapi persyaratan usulan pemekaran kabupaten Sebyar yang sudah lama diperjuangkan.
Sedangkan pemekaran Distrik Inofina diperlukan untuk menjaga aset daerah karena terletak diperbatasan dengan kabupaten lain.
“Karena sering jadi tarik menarik sehingga ada peluang besar untuk dimekarkan distrik. Daerah inofina itu berbatasan dengan maybrat dan tambraw sehingga suka tidak suka itu secepatnya untuk dimekarkan sehingga menjadi batas wilayah antara Teluk Bintuni dan kabupaten tetangga,” ujarnya.
Meskipun telah diagendakan dalam prolegda, namun realisasi pemekaran wilayah akan ditentukan oleh kemampuan dana. Selain itu pemekaran menjadi pertimbangan khusus, karena menurutnya ada beberapa wilayah yang dimekarkan namun kenyataannya belum mengalami kemajuan yang berarti.
“Dan kemajuan beberapa kampung yang sudah dimekarkan sampai saat ini belum maju. Begitu juga Distrik yang sudah ada 24 Distrik sama sekali belum terbentuk seperti wajah ibu kota Distrik yang sesungguhnya,” ujarnya.
Diakui dasar legislatif mengusulkan Raperda dalam agenda prolegda adalah berasal dari aspirasi masyarakat serta kajian yang telah dilakukan.
“Harapan saya kalau bisa dari 34 prolegda harusnya bisa selesaikan pada tahun ini. Karena dari semua prolegda yang diusulkan pada prinsipnya adalah penting,” pungkasnya. |ARI MURTI

Pemekaran Distrik, Teluk Bintuni