Penyerahan KUA-PPAS RAPBD 2015 dari bupati Manokwari Bastian Salabai kepada pimpinan DPRD belum lama ini. | Dokumentasi CAHAYAPAPUA.com

DPRD Manokwari Coret Sejumlah Kegiatan dalam KUA-PPAS

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—  Badan Anggaran DPRD Manokwari mencoret sejumlah kegiatan yang dinilai tak prioritas dari dokumen KUA PPAS RAPBD Manokwari 2015 yang diusulkan TAPD.

Ketua Badan Anggaran DPRD Manokwari Dedy S May mengatakan, anggaran kegiatan yang dicoret  diusulkan DPRD untuk dialokasikan pada kegiatan yang lebih prioritas.

“Kegiatan yang menurut kami belum bisa diprioritaskan terpaksa harus di-drop (dicoret) dan anggarannya dialokasikan pada kegiatan yang lebih prioritas,” kata Dedy May di kantor DPRD Manokwari Sowi Gunung, Senin (12/1/2015).

Meski menyatakan demikian, namun Ketua DPRD Manokwari ini mengaku tidak ingat persis kegiatan yang dicoret DPRD Manokwari tersebut.

Selain soal dikeluarkannya sejumlah kegiatan, Dedy May menyatakan, sejumlah poin kegiatan dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Penetapan Anggaran Sementara Manokwari juga diperbaiki.

Poin-poin mengenai perbaikan isi dokumen KUA PPAS menurut Dedy telah disampaikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah Manokwari dalam rapat dengan tim Banggar Sabtu pekan lalu.

Poin yang dimaksud Dedy misalnya pada kegiatan yang nilai anggarannya dinilai terlalu berlebihan. Disisi lain Banggar juga menyarankan penyesuaian anggaran pada poin kegiatan yang nilai anggarannya kurang tapi dianggap penting.

Dedy menilai pembahasan KUA PPAS Manokwari tahun 2015 terlambat disahkan karena TAPD Manokwari terlambat menyerahkannya ke DPRD Manokwari. Menurut Dedy proses penyusunan materi KUA PPAS seharusnya sudah dilakukan sejak Juli tahun berjalan agar tidak terlambat diserahkan kepada DPRD.

Bappeda dan TAPD menurut dia mestinya memainkan perannya sebagai tim aksistensi dalam penyusunan program anggaran yang dilakukan oleh SKPD sejak awal agar tidak terjadi keterlambatan.

“Butuh waktu yang cukup dalam menyusun dan membahas KUA-PPAS. Jika hal itu tidak dilakukan isi dokumen tersebut dipastikan tidak optimal,” kata Dedy soal kualitas KUA PPAS tahun 2015.

Ia juga menyatakan bahwa materi KUA PPAS perlu disesuaikan dengan RPJMD, visi misi bupati, rencana kerja daerah dan rencana kerja pemerintah pusat sehingga hasilnya bisa optimal. “Sehingga penyusun kegiatan setiap tahun anggarannya tidak sembarang dipatok anggaran tanpa perhitungan yang matang.”

Selain itu, Dedy juga menyoroti soal target pendapatan Pemda Manokwari yang harus menjadi poin yang harus diperhitungkan dalam KUA PPAS. Target pendapatan penting diperhitungkan sebab akan dipakai sebagai acuan pemerintah menghitung berapa belanja dan kegiatan yang dapat dikerjakan setelah APBD ditetapkan.

Penyerahan hasil perbaikan materi KUA PPAS dari TAPD Manokwari rencananya digelar Senin siang lalu untuk difinalisasi dan disahkan, namun rapat terpaksa ditunda karena TAPD belum menyerahkan materi perbaikan.

Seperti diketahui TAPD Manokwari baru menyerahkan materi KUA PPAS ke DPRD Manokwari pada 27 Desember 2014. Menurut DPRD, keterlambatan menyebabkan penetapan APBD Manokwari tahun 2015 tidak bisa digelar tepat waktu.| TOYIBAN

Tinggalkan Balasan