Suasana rapat paripurna DPRD Kabupaten Manokwari sewaktu mengesahkan APBD-P 2014, Jumat malam (28/11/2014). Kursi DPRD Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan tambahan DPRD Manokwari rencananya akan ditetapkan KPU Manokwari, Selasa (2/12/2014) Foto : CAHAYAPAPUA.com | Zakarias Tonu Bala

DPRD Manokwari Minta Dana Bansos Disalurkan Lewat Rekening

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manokwari menyarankan pembayaran dana Bantuan Sosial (Bansos) tidak diberikan secara langsung atau tunai melainkan ditransfer lewat rekening para penerima baik lembaga maupun perorangan.

Pembayaran lewat rekening dinilai akan lebih memudahkan dalam hal pertanggungjawaban sekaligus lebih mudah dalam mekanisme pengawasannya.Selama ini, pembayaran dana Bansos seluruhnya masih memakai sistim bayar langsung.

Harapan ini disampaikan fraksi Manokwari Hebat dalam pendapat akhir fraksi terhadap Raperda APBD Perubahan tahun 2014 yang dibacakan pada rapat paripurna DPRD beberapa waktu lalu di gedung dewan di Sowi Gunung.

Fraksi yang diketuai politisi PKPI Romer Tapilatu ini juga meminta Pemda memberikan laporan secara tertulis kepada DPRD tentang data penerima dana Bansos.

Penyaluran dana Bansos maupun Hibah memang sering mendapat sorotan karena disinyalir sarat dengan ketidakberesan mulai data penerima yang fiktif, pemotongan nilai uang hingga tidak sampainya dana meskipun sudah ada bukti pencairan di bendahara.

Anggota DPRD periode 2009/2014 beberapa kali mempersoalkan keberadaan dana Hibah dan Bansos dalam APBD 2014. Selain nilainya yang fantastis – dalam APBD 2014 mencapai 60 miliar lebih – banyak lembaga yang terdaftar sebagai penerima mengadukan ke DPRD kalau mereka tidak pernah mendapat dana Bansos.

Meski demikian, lembaga legislatif itu tetap menginginkan adanya pos dana Bansos dan Hibah dalam APBD. Fraksi Partai Golkar misalnya, meminta Pemda tetap mengalokasikan bantuan dana untuk mendukung kegiatan keagamaan. |ZACK TONU BALA

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan