Ilustrasi air minum. Foto: Ist

DPRD Siap Tinjau Lokasi Pemalangan Fasilitas PDAM Manokwari

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Anggota DPRD Manokwari dari Fraksi Manokwari Hebat, Romer Tapilatu, akan meninjau lokasi pemalangan pipa dan penampungan air PDAM Manokwari di Distrik Manokwari Selatan, hari ini, Selasa (4/11/2014). Romer hendak melihat dari dekat realitas masalah di lokasi tersebut.

“Saya akan blusukan kesana besok. Ini penting sebab fraksi kami butuh masukan dan informasi langsung dari Masayarakat. Kalau itu sudah ada, kami akan pikirkan jalan keluarnya, sebab air ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” kata politikus PKPI ini.

Dalam 3 pekan terakhir warga Manokwari terutama di wilayah kota, Brawijaya dan Reremi mengeluhkan kecilnya aliran air ke rumah mereka. Selain itu intensitas penyaluran air bersih dari PDAM ke rumah warga semakin menurun, dari 3 kali menjadi sekali seminggu.

Masalah ini terjadi karena pipa induk dan lokasi penampungan air milik PDAM di Distrik Manokwari Selatan diblokir warga yang mengaku sebagai pemilik hak ulayat atas kawasan itu. Intinya, warga meminta kompensasi atas penggunaaan lahan mereka sebagai fasilitas pemerintah. Meski demikian, Direktur PDAM, Boby Wariory melihat itu sebagai “bentuk cari perhatian”.

“Ada proyek lain di samping lokasi itu. Penggunaan lahan itulah yang hendak diminta kompensasinya oleh mereka. Kalau lokasi penampungan milik PDAM itu seudah dibayar,” jelasnya.

Pemalangan salah alamat itu membuat PDAM dan warga merugi karena volume air yang seharusnya bisa mengalir sebanyak 60 liter/ detik, kini tinggal 30 liter/detik. Petugas PDAM tidak mau mengambil resiko untuk melerai warga yang melakukan aksi blokade.

Blokade atas fasilitas dan jaringan air bersih PDAM sudah sering terjadi. Biasanya ini dilakukan sebagai siasat warga untuk meningkatkan posisi tawar atas kepentingan mereka. Misalnya dalam penerimaan CPNS dan lainnya.

“Warga harus bijaksana. Air kepentingan bersama. Biarkan berkat ini mengalir kepada sesama,” kata Romer yang juga warga kawasan Brawijaya. |PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

 

EDITOR: DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan