Ilustrasi batampos.co

DPRD Teluk Wondama Berguru Dunia Parawisata ke Balikpapan

BALIKPAPAN, CAHAYAPAPUA.com—- DPRD Teluk Wondama menunjukkan keseriusan untuk mengembangkan sektor pariwisata di daerah itu. Untuk mendorong hal itu, para wakil rakyat ini berguru ke Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Ketua DPRD Kuro M.R. Matani saat diterima Kepala Dinas Pariwisata Kota Balikpapan, pekan lalu mengatakan, potensi wisata di Teluk Wondama cukup menjanjikan bila dikelola baik.
Namun, ibaratnya masih seperti pelajar yang baru beranjak usia remaja, sehingga perlu dilakukan kunjungan ke daerah yang pengelolaan wisatanya sudah dikategorikan berkembang, seperti Balikpapan.
Sektor Pariwisata Kota Balikpapan dalam beberapa tahun terakhir telah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 113 miliar.
Salah satu konsep yang diterapkan Pemkot Balikpapan dalam mendatangkan wisatawan asing yakni memberikan promosi baik melalui media lokal maupun media nasional.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Balikpapan Umi Facessly mengatakan, selain promosi pariwisata lewat media, baru- baru ini mereka mendatangkan wisatawan asing yang di ikuti oleh 150 orang asal Thailand, Brunai Darusalam, Malaysia, Filipina dan Singapura.
“Semuanya itu kami datangkan bekerja sama dengan pihak trevel, jadi kedatangan wisatawan asing ini semuanya free(gratis) baik dari transportasi maupun hotel. Ini dengan target untuk mempromosikan tempat- tempat wisata,” ungkapnya.
Selain itu kata Umi, wisata yang saat ini dikembangkan pemerintah kota yakni wisata berbasis perkebunan. Saat ini sedang dikembangkan wisata kebun Sayur dan juga Pasak Bumi.
Kota Balikpapan selain sebagai trans antar Kalimantan, kota ini juga sebagai pintu gerbang utama wilayah Kalimantan Timur, baik dari udara maupun laut. Yang paling menarik yakni Pemerintah Kota sejak 2011 hingga saat ini tidak mengalokasikan dalam RTRW untuk tambang.
Selain itu terdapat kilang minyak tertua yang di bangun sejak jaman Kolonial Belanda, kilang Minyak di Kota Balikpapan ini merupakan penyuplai minyak terbesar bagi Indonesia bagian timur yakni sekitar 29 persen itu mulai dari Jawa Timur hingga Papua.
Sementara pertumbuhan Ekonomi Kota Balikpapan jika dulu sebelum bumingnya lebih tinggi pendapatannya, namun sekarang sudah terbalik.
Sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Balikpapan kurang lebih sekitar Rp. 507 miliar, dan dana perimbangan sekitar 1 setengah triliun. Namun di tahun 2015 sudah dikurangi sekitar Rp. 300 miliar, pengurangan ini akibat imbas dari harga minyak yang turun.
Kunjungan DPRD Teluk Wondama selama empat hari di Kota Balikpapan selain menemui DPRD Balikpapan, juga menemui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Perikanan dan juga Perusahan Daerah Air Minum (PDAM). Hal ini bertujuan melihat dan mendengar secara dekat pengembangan dan regulasi yang diterapkan di Kota tersebut guna ditularkan di Teluk Wondama yang sedikit memiliki kesamaan karakteristik wilayah, baik dari sisi pariwisata, perikanan dan pertambangan.|ADLU RAHARUSUN