Ketua DPR Papua Barat, Pieters Kondjol
Ketua DPR Papua Barat, Pieters Kondjol

DPRPB Bentuk Panja Sanggeng Berdarah

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Papua Barat (PB) dipastikan membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk menyikapi persoalan bentrok Sanggeng yang berujung meninggalnya Onesimus Rumayom, Rabu (26/10) pekan lalu.

“Kami sangat merespon masalah ini, sebelumnya telah kami kordinasikan dengan pihak yang berwajib (polisi), hari ini (kemarin) kami rencana rapat untuk membentuk Panja,” kata Ketua DPR PB, Pieters Kondjol yang ditemui usai mengikuti upacara pelepasan Almarhum Barnabas Mandacan, anggota DPRPB jalur Otsus, Senin (31/10).

Kondjol mengaku saat ini pihaknya sementara melakukan pertemuan dengan komisi-komisi di DPR guna membahas pembentukan Panja  yang bertugas membantu dan mendorong penyelesaian bentrok.

Dia mengatakan sebelumnya beberapa anggota dari DPRPB sudah diutus untuk menemui tim dari Komnas HAM. Oleh karena itu kata dia, hal itu lebih di sikapi serius dari aspek penegakan hukum.

Kondjol menilai, apapun yang terjadi pada bentrok Sanggeng harus dibawa ke ranah hukum.  Hal itu untuk menjawab penegakan Hak Asasi Manusia (HAM).

Selain itu, papar dia, DPRPB juga memiliki fungsi kontrol sehingga melihat hal ini adalah kondisi sosial yang perlu disikapi untuk mencari solusi.

Ia mengatakan tim yang akan di bentuk nantinya berasal dari perwakilan fraksi yang ada dan pastinya akan bekerja secara independen. “Terlepas dari pihak manapun yang membentuk tim, kami sebagai wakil rakyat merasa bertanggung jawab menyikapi masalah ini. Nantinya hasil kerja tim akan disampaikan pada tingkat yang lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Dinyatakannya,  DPR bukanlah sebagai penyidik namun salah satu fungsi yang melekat pada lembaga ini yakni pengawasan sehingga apapun hasilnya nanti, ataupun ada indikasi pelanggaran HAM akan didorong agar dituntaskan secara hukum.

“Siapapun dia yang terlibat dalam masalah ini harus bertanggungjawab, sebab kejadian kemarin sangat kami sesalkan,” ujarnya.

“Harapan kita semua jangan sampai ada orang yang mensabotase untuk menciptakan kekacauan di daerah ini, karena Papua Barat dalam beberapa waktu kedepan menghadapi Pilkada,” ujarnya menambahkan. (MAR)

Tinggalkan Balasan