ilustrasi

DPRPB nilai Perda Miras masih lemah, perlu direvisi

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Anggota DPR Provinsi Papua Barat, Jhon Dimara menilai  penegakan Perda Miras masih lemah di tingkat kabupaten/ kota di provinsi ini. Oleh karenanya, peraturan daerah tersebut perlu direvisi dan dipertegas sanksinya.

“Kabupaten Manokwari salah satu dari tiga kabupaten/ kota di Provinsi Papua Barat yang telah memiliki Perda Miras sejak tahun 2006 lalu. Meski demikian Perda Miras  tersebut perlu dipertegas dan direvisi kembali terhadap pasal – pasal yang nilai implementasi penerapannya masih lemah,” kata Dimara kepada Cahaya Papua, Jumat (15/9).

Menurut Dimara Perda Miras No 05 Tahun 2006 hanya seputar larangan pemasukan, penyimpanan, pengedaran dan penjualan serta memproduksi minuman beralkohol, dan masih memiliki titik lemah terutama dalam hal pengawasan tingkat bawah.

Sejumlah materi pasal yang perlu direvisi, usul dia, ketegasan sanksi kepada para penjual di pinggiran jalan, atau kepada para pembeli yang menegak Miras di tempat umum atau sarana publik sehingga mengganggu ketertiban umum. “Itu perlu dipertegas agar bukan sekedar efek jera biasa, tapi harus ada sanksi tegas atau dikenai denda,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, dibutuhkan peran serta stakeholder dalam hal ini aparat kepolisian bersama Satpol PP bersinergi secara rutin melakukan razia dan patroli keliling menegakan peraturan daerah tersebut.

“Polisi bersama Satpol PP harus rutin melakukan patroli di tempat – tempat sarana perkantoran, sarana publik milik pemerintah yang kerap dijadikan tempat untuk berpesta miras,” ujarnya.

Ditambahkan, pengaruh miras belakangan ini sudah sangat meresahkan sehingga perlu disikapi serius oleh semua pihak, terutama pelibatan  aparat keamanan serta para tokoh agama untuk memberikan pemahaman dan tauladan yang baik.

“Contoh kasus pembunuhan yang terjadi beberapa waktu lalu, tak dipungkiri karena adanya keinginan dan kelalaian pribadi yang gelap mata oleh dendam, tetapi sebagian tidak bisa menguasai diri karena telah dipengaruhi oleh alkohol atau miras. Ini harus menjadi perhatian semua elemen masyarakat,” pungkasnya. (cr-80)

One comment

  1. Bukan perdanya yang lemah.. tapi oknum pemasoknya yang kuat.

Tinggalkan Balasan