Kapolres Manokwari AKBP. Adam Erwindi

DPRPB panggil Polres dan Lapas Manokwari

MANOKWARI, Cahayapapua.com— DPR-PB, Selasa (6/3) mempertemukan keluarga almarhum Salsabila Putri dengan Polres Manokwari, Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Manokwari, dan sejumlah organisasi, LSM di Manokwari untuk membahas tindak lanjut permasalahan yang merengut nyawa gadis belia berusia 11 tahun tersebut beberapa waktu lalu.

Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi usai pertemuan menjelaskan, dalam pertemuan tersebut membahas tentang tindak lanjut kasus pembunuhan Salsabila.

Erwindi menjelaskan, efek dari kejadian itu membuat trauma terhadap keluarga korban maupun masyarakat, keluarga korban dan beberapa tokoh masyarakat meminta jaminan keamanan dari pihak kepolisian.

“Kedepan anggota dewan akan mengumpulkan Pemda, kepolisian dan stakeholder lainnya untuk merumuskan jaminan keamanan masyarakat Manokwari,” terangnya.

Dia mengutarakan, untuk menjamin keamanan masyarakat, Polres Manokwari membutuhkan kerjasama pemerintah daerah dan masyarakat untuk dapat mengaktifkan pos kampling disetiap wilayah.

“Untuk mengaktifkan pos kampling ini membutuhkan kerjasama Pemda setempat, karena membutuhkan dana yang cukup besar. Kepolisan tidak dapat berjalan sendiri tanpa bantuan dari seluruh pihak,” ujarnya.

Terkait tuntutan keluarga korban terhadap tersangka harus dihukum mati, Erwin mengatakan, Polres sudah menerapkan pasal sesuai perbuatan tersangka, dan selanjutnya akan diserahkan kepada kejaksaan.

“Kita sudah sampaikan semua, kita akan kirimkan ke Kejaksaan, yang jelas kita sudah terapkan pasalnya. Nanti keputusan ada pada tuntutan jaksa dan hakim,” bebernya.

Sementara Frida T Kelasin, Wakil Ketua Komisi A DPRD PB mengatakan, jaminan keamanan membutuhkan dukungan sistem dan manajemen yang cukup baik.

Terkait usulan Kapolres tentang pengaktifan pos kampling yang terbentur oleh anggaran, dia mengatakan akan mengkomunikasikan dengan pemerintah kabupaten dan DPRD Manokwari. |Elyas Estrada

Leave a Reply

%d bloggers like this: