Ketua DPR Papua Barat, Pieters Kondjol
Ketua DPR Papua Barat, Pieters Kondjol

DPRPB Segera Bentuk Pansus ‘Manokwari Berdarah’

MANOKWARI, Cahayapapua.com—  DPR Papua Barat (DPRPB) segera bentuk pansus untuk menindaklanjuti peristiwa kericuhan yang berbuntut pada jatuhnya korban luka-luka dan meninggal dunia yang terjadi, Rabu (27/10) lalu.

Ketua DPRPB Pieters Kondjol Minggu (30/10) mengatakan, Pansus harus dibentuk untuk mengusut tuntas akar permasalahan pemicu kericuhan. Pieters menyebut peristiwa tersebut sebagai ‘Manokwari berdarah’.

“Di DPR, kami independen karena sebagai representrasi rakyat. Kami melihat situasi yang kurang kondusif menjelang Pilkada, oleh karena itu sama-sama mencari akar permasalahan untuk dituntaskan sedini mungkin,” katanya.

Kata dia, akar permasalahan itu harus diselesaikan sehingga tidak mengganggu proses Pilkada di provinsi Papua Barat yang dapat merusak tatanan demokrasi. “Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu,” ujar Kondjol.

DPRPB akan membahas pembentukan Pansus dalam rapat internal yang dijadwalkan, Senin (31/10) hari ini. Menurut Kondjol, sejumlah anggota DPRPB telah turun ke masyarakat untuk mencari informasi terkait peristiwa kericuhan tersebut.

“Salah satunya adalah pak Rudi Timisela. Ia sudah turun ke lokasi melihat korban-korban, mencari informasi juga membangun komunikasi dengan Kapolda dan Kabinda. Kami komunikasi terus dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif,” ujar Pieters.

Pieters menambahkan, Indonesia sebagai Negara hukum sehingga proses hukum harus dihormati. Jika terbukti ada pelanggaran HAM maka, penyelesaiannya harus sesuai hukum yang berlaku.

“Dimana masyarakat pada posisi salah, kita harus mengayomi. Mereka juga adalah rakyat Indonesia. Kita berharap situasi dan kondisi di Manokwari tetap aman. Kita tetap membentuk pansus,” pungkasnya. (ALF)

Tinggalkan Balasan