Ilustrasi Bawaslu, lampost.co

Dua Anggota Panwaslu Fakfak Terancam Dicopot

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Ketua Bawaslu Prvovinsi Papua Barat, Alfredo Ngamelubun menyatakan, dua anggota Panwaslu Kabupaten Fakfak terancam dipecat.

Ancaman pemecatan dapat dilakukan karena dua anggota Panwaslu itu telah meninggalkan tugas dan tanggungjawab yang diemban.

Menurut Alfredo, sampai sekarang keberadaan dua anggota pengawas pemilu itu tidak diketahui. Bawaslu sudah dan masih melakukan upaya pemanggilan lagi.

“Kalau sampai benar-benar mereka tidak ada maka, kami bisa melakukan pemberhentian sementara sambil mengajukan ke DKPP untuk pemberhentian tetap. Jika diberhentikan maka akan diganti,” kata Alfredo, Rabu (7/10/2015).

Diakuinya, kondisini ini juga menimbulkan persoalan baru mengenai dualisme pada kelembagaan Panwaslu di daerah tersebut. Bahkan, sikap dua anggota ini pun sangat mempengaruhi kinerja kelembagaan.

Meski demikian, lanjut dia, dua anggota panwaslu di tingkat kabupaten, namun panwaslu di tingkat distrik terus melakukan fungsi pengawasan.

“Kami upayakan mencari mereka untuk menghadap. Agar mengetahui persis persoalannya sehingga bisa diselesaikan,” ujar Alfredo lagi.

Sebelumnya, Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Amus Atkana menyatakan, dualisme kelembagaan Panwaslu di Kabupaten Kaimana berdampak pada pelaksanaan tahapan pilkada.

“KPU bingung mau laksanakan keputusan atau rekomendasi dari yang dikeluarkan panwaslu. Karena, rekomendansi dikeluarkan oleh panwaslu yang berbeda. Hal ini harap diperhatikan oleh Bawaslu,” katanya.|RASYID FATAHUDDIN|BUSTAM