Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Hari Supriyono.

Dua brankas Balai Diklat PB dibobol, ratusan juta melayang

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Dua brankas ruangan bendahara Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), sebelumnya disebut Balai Diklat Papua Barat, yang beralamat di Jalan Trikora Arfai II, Andai, Manokwari, dibobol pencuri. Akibatnya, uang tunai sekitar Rp. 200 juta melayang.

Staf BPSDM Papua Barat Niar, menuturkan, ia mengetahui insiden ini setelah pulang apel pagi dari kantor Gubernur Papua Barat. Sejurus kemudian, dia bersama pegawai lainnya mengecek ke ruangan kerja lainnya. Ternyata ruang keuangan pintunya sudah terbuka dan brankas terlihat sudah dibongkar.

“Waktu pulang apel sekitar jam 09.00 pagi, saya kaget melihat kondisi ruangan sudah berantakan. Saya pun panggil teman – teman melihat ruangan tersebut lalu bersama menuju ruangan lainnya. Ternyata brankas kami sudah terbuka, dan duit sekitar Rp. 200 juta tidak berada ditempatnya,” cerita Niar, Senin (4/9) siang.

Menyikapi pencurian tersebut, aparatur yang berdinas di BPSDM langsung menghubungi Polda Papua Barat. Tak berselang lama, aparat kepolisian dari Polda turun ke tempat lokasi kejadian perkara. Berikut dari Polsek Sanggeng bersama tim identifikasi.

Pantauan media ini, pintu ruang kantor tersebut terlihat dibobol maling. Diduga pelaku masuk ruangan keuangan, setelah berhasil menjebol jendela kantor bagian bidang pengembangan yang ditempati Niar.

“Kami curiga pelakunya lebih dari satu, karena brankas kantor kami sangat berat dan sulit diangkat. Untuk membukannya pun pasti tidak mudah tanpa menggunakan alat berat seperti linggis,” timpal salah satu staf di kantor BPSDM.

Sementara kepolisian mengatakan , kejadian pencurian ini baru diketahui, Senin (4/9) pagi, saat aktivitas perkantoran balai aktif kembali pasca liburan panjang Idul Adha pekan lalu.

“Polisi baru mengetahui hal ini setelah ada laporan dari pegawai balai ke Polsek Kota,” ujar Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Hari Supriyono kepada Cahaya Papua, Senin kemarin.

Hari menjelaskan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), diduga pelaku masuk melalui jendela bagian belakang kantor, setelah berhasil merusak terali besi yang terpasang di jendela dan selanjutnya membobol pintu bendahara.

“Setelah ada laporan masuk ke (polisi) kami, kemudian bendahara yang saat ini berada diluar kota melalui sambungan telepon mengatakan, terdapat uang tunai lebih dari seratus juta di (Brankas) dalamnya,” terang Hari.

Dia mengatakan kasus pembobolan brankas ini masih di dalami oleh Polsek Kota. “Dua Brankas itu, dibobol tampak berantakan dan dalam keadaan terbuka di ruangan bendahara,” tutup Hari. (mar)

Tinggalkan Balasan