Lahan pertanian warga Wariori yang terlihat sudah berubah menjadi anak sungai akibat banjir.

Dua Hektar Lahan Pertanian Manokwari Rusak Akibat Banjir

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Dua hektar lahan pertanian di wilayah Kampung Wariori, Distrik Masni, Manokwari, rusak akibat banjir, Senin (20/3).

Kepala Kampung Wariori Robertus Gassang yang dihubungi, Selasa(21/3) mengatakan, banjir di wilayah tersebut sudah sering terjadi. Total lahan pertanian yang terkena dampak banjir sejak tahun 2014 hingga kini sudah sekitar 36 hektar.

Dia mengutarakan, banjir Senin lalu menggerus dua hektar lahan palawija yang siap panen. “Tanaman cabai, melon dan beberapa tanaman palawija lainnya gagal panen. Kasian, padahal petani sudah bersiap-siap untuk panen. Mereka terlambat karena banjir datang,” tuturnya.

Menurut dia, pemerintah kabupaten Manokwari kurang serius menyikapi banjir di wilayah tersebut. Beberapa kali pihaknya menyampaikan persoalan tersebut ke Wakil Bupati, Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum, namun belum ada upaya pemerintah untuk menanganinya.

Diungkapkan, banjir yang menggerus lahan palawija itu merupakan sungai baru terbentuk akibat banjir pada 2014 lalu. Lahan itu semula merupakan lahan tanaman padi.  Lahan tersebut tak bisa digarap lagi, karena volume air cukup deras.

“Selain lahan padi, ada lahan kakao seluas 2 hektare. Kakau juga terkena dampak banjir 2014. Semua tidak bisa digarap lagi karena sudah jadi sungai,” bebernya.

Dia menambahkan, selama musim hujan kali ini banjir besar sudah terjadi selama dua kali. Warga pun resah karena pemukiman mereka hanya berjarak 200 meter dari bibir sungai.

Robertus berharap, Dinas Pertanian bergegas berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Kepala daerah. Ia ingin, penanganan dilakukan secepatnya, sebab banjir tersebut mengancam lahan pertanian lainnya.

“Sekarang petani hanya bisa menggarap lahan seadanya sambil menunggu itikad pemerintah daerah menangani persoalan ini. Mereka rajin membayar pajak, tolong diprioritaskan,”pungkasnya. (IBN)

Tinggalkan Balasan