Ilustrasi

Dua Kali Menuju Distrik Mayado Langganan Banjir

BINTUNI, Cahayapapua.com— Untuk sampai ke Distrik Mayado tidak mudah, karena ada dua kali besar yang harus dilalui, yakni kali Merah dan kali Mayado. Namun kali itu sering meluap sehingga menggangu aktivitas masyarakat setempat.

“Setiap musim penghujan, bisa dipastikan dua kali itu meluap. Bukan hanya masyarakat, tenaga medis dan guru yang mengabdi di distrik Mayado menjadi terhambat perjalanannya ke tempat tugas akibat kali meluap,” keluh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni, Derek Lokden, SH kepada Cahaya Papua, baru – baru ini.

Menurut Lokden, pemerintah daerah melalui instansi terkait perlu segera membangun jembatan penyebarangan di dua kali tersebut agar memudahkan warga yang melintasinya.“ Saya pernah usulkan, tapi belum terjawab. Semoga bupati terpilih bisa penuhi harapan masyarakat untuk segera membangun jembatan di dua kali tersebut,” usulnya.

Pantuan media ini, perjalanan darat dari kota Bintuni menuju distrik Mayado, butuh perjuangan ektra. Selain jarak tempuh yang terbilang jauh 65 Km, kondisi ruas jalan yang berbatu dan lumpur menyebabkan perjalanan sampai di lokasi tujuan (distrik Mayado) semakin lama.

“Distrik Mayado terletak di sebelah barat kota Bintuni. Bukan hanya jembatan, kalau bisa jalan kota Bintuni menuju distrik Mayado juga dibenahi sehingga laik di lintasi kendaraan bermotor,” kata Lokden.(ART)

Tinggalkan Balasan