Ilustrasi Penganiayaan oleh Oknum Polisi

BINTUNI, Cahayapapua.com— Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Teluk Bintuni menetapkan dua oknum polisi Bripda EM dan Brigadir YU sebagai tersangka kasus dugaan pengroyokan terhadap korban alm. Ruben Fakdawer (25 tahun), yang tewas selang sembilan hari setelah dianiaya di Kampung Masui, Distrik Bintuni, Jumat (14/4/2017), sekitar pukul 05.00 WIT.

Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni AKP Jadi Permana, Kamis (27/4), mengatakan, hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap empat orang saksi, pihaknya menyimpulkan bahwa yang terlibat langsung melakukan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap korban yakni dua oknum anggota polisi tersebut.

“Awalnya keterangan dari masyarakat pelakunya ada lima orang, tapi setelah kita kroscek betul-betul dan mendapat keterangan saksi kunci, itu hanya dua orang yang melakukan. Kita sudah tetapkan sebagai tersangka dan sudah kami periksa. Tersangka berinisial EM dan YU anggota polisi,” kata Kasat Reskrim kepada Cahaya Papua di ruang kerjanya.

Mantan Kapolsek Babo menjelaskan, berdasar hasil pemeriksaan, kedua oknum polisi tersebut mengakui perbuatannya. Sehingga proses hukum selanjutnya akan terus dilakukan.

“Kalau motif pemicunya belum diketahui, tapi kalau motif perbuatannya akibat dipengaruhi oleh miras. Kedua tersangka melakukan pemukulan kearah muka, kemudian kearah badan korban dengan menggunakan tangan kosong,” ungkapnya.

Disinggung soal kasus kematian korban, Kasat mengaku sementara akan fokus pada kasus pengeroyokan. Karena untuk menguak fakta kematian harus membuktikan dengan otopsi. Sementara permintaan otopsi dari pihak penyidik ditolak oleh keluarga korban.

“Tapi kita tetap akan periksa manteri dan tenaga medis yang menangani korban kemarin (pada saat menangani korban sebelum meninggal). Sementara yang baru kita peroleh yaitu keterangan saksi di lapangan yang melihat secara langsung detik-detik korban meminta pertolongan untuk segera dibawa kerumah sakit karena mengalami kelelahan,” ujar Kasat.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 170 Undang-Undang pidana diancam dengan pidana penjara lima tahun enam bulan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, dua orang tersangka saat ini sudah mendekam di ruang tahanan Polres Teluk Bintuni. Sementara tiga orang dari masyarakat sipil yang juga turut serta diamankan sudah dikembalikan ke keluarganya karena statusnya hanya sebagai saksi.

Diketahui, kronologi kejadian penganiayaan, yaitu pada 14 april 2017, sekitar pukul 05.00 WIT di Kampung Masui, Distrik Bintuni, telah terjadi penganiayaan terhadap korban Ruben Fakdawer oleh Bripda EM (Anggota Sabara Polres Teluk Bintuni), Brigadir YU (Anggota Polsek Teluk Bintuni) beserta 3 orang masyarakat (teman pelaku) yang mengakibatkan korban mengalami luka memar dibagian muka dan kepala bekas hantaman benda tumpul.

Setelah keajdian korban dibawa oleh pihak keluarga ke RSU Bintuni untuk dilakukan pengobatan, dan pihak keluarga korban membuat laporan polisi di Polsek Teluk Bintuni terkait kasus penganiayaan tersebut. Keesokan harinya korban keluar dari RSU Bintuni dan mendapat rawat jalan.

Selang sembilan hari, tepatnya Minggu (23/4), Ruben Fakdawer (25 tahun) meninggal dunia  usai bermain bola kaki di lapangan bola SP4, Kampung Banjar Ausoy, Distrik Manimeri tepatnya didepan Puskesmas SP4. Setelah mengikuti permainan bola kaki tersebut, korban mengalami pusing/sakit dibagian kepala dan terjatuh pingsan, kemudian dibawa ke Puskesmas SP4. Sekitar pukul 19.00 WIT, korban dinyatakan meninggal oleh pihak dokter Puskesmas SP4.

Dengan meninggalnya korban, keluarga tidak terima dan menuduh bahwa awal penyebab kematian korban akibat kasus penganiayaan  dan pengroyokan yang dilakukan kedua tersangka bersama tiga orang temannya.

Selain itu, Seini (24/4) keluarga korban juga mendatangi Mapolsek Bintuni Kota untuk mendapat keterangan lebih jelas dari kepolisian. Usai menerima kejelasan dan polisi berjanji akan menindaklanjuti dengan menyelidiki kasus ini pihak keluaga kembali ke rumah. Sore harinya jenazah dibawa ke Manokwari untuk dimakamkan. (art)

Leave a Reply