Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Suhaefi Ming (kanan) dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jamaludin Iribaram (tengah) diminta Wakil Bupati Teluk Bintuni Matret Kokop (kiri) untuk berdamai. Mereka nyaris aju jotos usai apel gabungan, Jumat (4/11).
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Suhaefi Ming (kanan) dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jamaludin Iribaram (tengah) diminta Wakil Bupati Teluk Bintuni Matret Kokop (kiri) untuk berdamai. Mereka nyaris aju jotos usai apel gabungan, Jumat (4/11).

Dua Pejabat Teluk Bintuni Nyaris Adu Jotos

BINTUNI, Cahayapapua.com— Dua pimpinan satuan kerja perangkat daerah Teluk Bintuni nyaris adu jotos usai mengikuti apel rutin gabungan digelar tiap Senin dan Jumat di lapangan upacara kantor bupati Bintuni, Jumat (4/11).

Kedua pejabat tersebut adalah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Suhaefi Ming dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jamaludin Iribaram.

Peristiwa ini dipicu oleh tersinggungnya Jamaludin yang ditegur oleh Suahefi yang saat itu bertugas sebagai pemimpin apel. Ketegangan antar dua pejabat ini menyita perhatian para pegawai negeri sipil.

Dari pantauan lapangan, sebelum ketegangan antar dua pejabat itu terjadi, mulanya Suahefi hanya menyampaikan beberapa arahan penting bupati saat memimpin apel.

Namun belum sampai pada arahan terakhir ia secara tiba-tiba menegur Jamaludin yang terlihat sedang berdiri dalam barisan staf Dinaskertrans.

“Saya menyampaikan dan mengimbau kepada kita semua,” tiba-tiba Suahefi menghentikan arahan dan menegur Jamaludin.

“Sebelum itu saya berterima kasih pada Pak Jamaludin, tapi besok jangan berdiri disitu saat apel, tapi berdiri disana,” kata Suhaefi sambil menunjuk barisan yang dimaksud yakni bergabung dengan barisan pimpinan SKPD di selatan lapangan.

Setelah apel selesai Jamaludin bergegas menuju Suhaefi yang saat itu sedang bersiap diwawancarai awak media di teras kantor bupati.

Dengan nada keras, Jamaludin memanggil dan mengkomplain teguran Suhaefi sehingga terjadi perang mulut antara keduanya, disertai nada kasar dan saling menantang.

Bahkan mereka sempat saling tarik menarik namun akhirnya cepat dilerai para PNS dan pimpinan SKPD lain.

Meski begitu suasana belum teduh sebab Jamaludin masih terus berteriak, beruntung Suhaefi memilih tenang dan berjalan masuk ke arah lobi kantor bupati.

Ketegangan itu bisa selesai setelah Wakil Bupati Teluk Bintuni Matret Kokop muncul dilobi. Saat itu terlihat beberapa PNS masih ikut-ikutan saling tegang.

Beberapa saat kemudian Matret memanggil keduanya mendekat, lalu memegang tangan Suhaefi dan Jamaludin, meminta mereka saling memaafkan.

“Dengan kondisi saat ini, saya minta Bintuni tetap damai dan aman, saya mohon kita semua agar tenang. Yang sudah-sudah tidak usah diperpanjang,” kata wabup.

Perdamaian kedua pejabat tersebut disambut tepuk tangan PNS. Setelah kejadian itu suasana menjadi tenang. Sebagian besar PNS kembali bekerja termasuk kedua pejabat yang terlibat cekcok, juga wabup. (ART)

Tinggalkan Balasan