Ilustrasi Rumpon Nelayan

Dua Pekan, Rumpon Nelayan Tuna Terseret Arus ke Dalam Laut

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Sekitar 20 rumpon nelayan ikan tuna kampung Borobudur II di perairan Manokwari, dalam dua pekan terakhir tenggelam.
Nelayan menyatakan, arus bawah laut yang deras menarik rumpon ke kedalaman laut sekitar 3 – 5 meter. Selain tenggelam, beberapa rumpon dilaporkan hilang terbawa arus.
Ketua kelompok nelayan ikan tuna Borobudur, La Ode Caluddin, mengatakan, para nelayan mengalami kerugian cukup besar menyusul tenggelamnya rumpon tersebut.
Meski rumpon masih bisa diperbaiki, namun biaya untuk melakukan hal itu ditaksir hampir sama besar dengan pembuatan satu buah rumpon. Ini membuat nelayan berpikir dua kali untuk mengambil pilihan tersebut.
“Satu rumpon itu harganya Rp. 50 juta,” ujar pria yang berprofesi sebagai nelayan ikan tuna ini di kampung Borobudur II Manokwari, kemarin siang.
La Ode mengatakan, untuk memperbaiki kembali sebuah rumpon yang tenggelam, nelayan harus menyelam, setelah itu mereka harus menariknya ke darat untuk diperbaiki.
Satu rumpon biasanya merupakan kepemilikan 8 – 12 orang. Satu orang nelayan biasanya harus merogoh kantong paling banyak Rp. 10 juta untuk membuat satu rumpon.
Meski merugi karena kehilangan rumpon, La Ode memastikan beberapa nelayan tetap melakukan aktivitas menangkap tuna seperti biasanya. Saat ini La Ode memimpin hampir 400 nelayan ikan tuna.
“Kami nelayan ikan tuna tidak pernah beralih tangkapan ke jenis ikan lain, kami tetap menangkap tuna,” kata La Ode soal kemungkinan pilihan nelayan selain tuna.
Ikan tuna hasil tangkapan nelayan borobudur II biasanya dijual ke pengepul yang kemudian di kirim ke Makassar untuk di ekspor ke negara – negara asia seperti Cina dan Jepang. |RIZALDY