Dua penadah motor curian dijebloskan ke Lapas

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Dua penadah motor hasil curian, Hajir dan Supriyanto, dijebloskan Kejaksaan ke Lapas Manokwari, setelah penyidik Reskrim Polda Papua Barat menyerahkan keduanya beserta barang bukti, baru-baru ini.

Sebelumnya berkas kedua tersangka, sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Manokwari, sehingga penyidik  Reskrimum Polda Papua Barat, menyerahkan kedua tersangka beserta barang bukti berupa motor hasil curian ke Kejaksaan.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Manokwari Alwin Michael, Jumat (7/7), menyatakan kedua tersangka dijebloskan ke Lapas untuk memudahkan penuntut umum menggali keterangan mereka.

“Alasan mereka dijebloskan ke penjara karena penuntut umum kuatir kedua tersangka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” tambahnya.

Hajir dan Supriyanto dibekuk polisi November 2016 setelah mereka kedapatan menjadi penadah barang hasil curian dari narapidan kasus pencurian motor Sampari Arum. Barang curian yang dijual ke Hajir dan Supriyanto adalah sebuah motor Mio Sporty pada April 2017 lalu.

Polisi menjerat keduanya dengan pasal berlapis yakni pasal 480 jo pasal 55 jo pasal 56 KUH Pidana. (one)

Tinggalkan Balasan