ilustrasi earo flayer

RANSIKI, Cahayapapua.com— Dua putra asli Arfak berhasil menyelesaikan studinya di Sekolah Penerbangan Aero Flayer di Tanggerang, Banten. Keduanya diwisuda pada 25 November lalu.

Mereka adalah Ericson Ahoren dan Wilson Inden. Ericson Ahoren adalah anak dari seorang hamba Tuhan, Pdt.Urias Ahoren, S.Th. yang memberikan pelayanan di daerah Babo, Kaimana, Nabire, Fakfak dan Teluk Bintuni. Urias Ahoren juga sebagai misionaris lokal pertama asal suku Sough di Distrik Sururey, Kabupaten Pegunungan Arfak.

“Doa seorang hamba Tuhan ini telah menghasilkan anak sebagai penerbang yang mewakili suku Arfak, lebih khusus suku Sough yang berdomisi di Kampung Saugemeba, Distrik Sururey,” jelas Naftali Ahoren,  saudara dari Pdt.Urias Ahoren, Senin (27/11/2017) di Inden I, Distrik Ransiki.

Sedangkan Wilson Andreu Inden, jelas Naftali, adalah anak seorang pensiunan tentara yang berasal dari Kampung Tuhubea, Distrik Sururey. Sebelum lulus sekolah penerbangan, Ericson Ahoren menempuh pendidikan hingga SMA di Distrik Babo, Kabupaten Teluk Bintuni. Kemudian melanjutkan pendidikan di S1 Teknik Penerbangan di Adisucipto Jogja dan menyelesaikan sekolah pilot di Aero Flayer Tanggerang. Sementara Wilson Andreu Inden menempuh pendidikan hingga SMP di Ransiki, dan berlanjut ke SMK Negeri 2 Manokwari. S1 diselesaikan di Teknik Penerbangan di Adisucipto Jogja dan berlanjut ke sekolah pilot Aero Flayer Tanggerang.

Keberhasilan anak pendeta dan pensiunan tentara ini, lanjut Naftali, karena mendapat dukungan dari sejumlah pihak, yang ikut memberikan dukungan dana. “Bapak Dominggus Mandacan telah memutuskan anggaran sebesar Rp 1.700.000.000,00 (satu miliar tujuh ratus juta rupiah) untuk membayar kes sekolah pilot untuk kedua anak ini,” ungkap Naftali, yang saat ini menjabat sekretaris Dinas Perumahan dan Tata Kota Kabupaten Mansel.

Atas keberhasilan ini, selaku orangtua Naftali dan keluarga besar Ahoren dan Inden ingin mengucapkan terima kasih kepada Domingus Mandacan, selaku mantan penjabat caretaker bupati Pegaf, Daniel Mika sebagai mantan Sekda Pegaf, Alfons Manibuy sebagai mantan Bupati Teluk Bintuni yang telah membebaskan biasa pendidikan di daerah itu, dari jenjang SD hingga SMA. Yusak Wabia dan Lasarus Indou, selaku mantan penjabat caretaker Pegaf dan Mansel. Markus Waran selaku Bupati Mansel.

“Kami juga ucapkan terima kasih kepada pimpinan GPKAI wilayah Pegaf dan Manokwari. Kepala Badan Keuangan Mansel Frengki Mandacan, Yosias Saroy selaku Bupati Pegaf. Toni Mandacan sebagai mantan Kabag Keuangan Pegaf sebagai pelaksana anggaran, Nelles Dowansiba mantan Kabag Umum Pegaf sebagai promotor, Yerry Saiba Kabag Kesra Manokwari sebagai donatur Naftali Ahoren, mantan Kadistrik Tahota Mansel sebagai perancang SDM, Alfius Ahoren sebagai Kepala Distrik Sururey, Lorens Wambraw sebagai mantan bendahara bantuan Setda Pegaf, Selly Ahoren sebagai promotor serta dukungan doa dari seluruh keluarga besar Ahoren, Inden, Dowansiba, Towansiba, Trirbo dan Saiba,” demikian Naftali merinci. (bm)

Leave a Reply